by

Pernyataan Marcon Menyulut Muslim Dunia, FPMM Ajak Boikot Produk Perancis

-Nasional-193 views

Jakarta, JNCom – Pernyataan Presiden Prancis Emmanuel Macron telah menyulut Muslim dunia serta di tanah air, menyusul protes Pemerintah Indonesia melalui pidato Presiden Joko Widodo beberapa waktu lalu mendapat sorotan berbagai pihak.

Dewan Pimpinan Pusat Front Pemuda Muslim Maluku (FPMM) telah mengecam serta menolak keras dan Mencela sikap presiden Prancis Emanuel Macron yang membiarkan penerbitan karikatur Nabi Muhammad SAW, untuk itu kami mengajak umat Islam Indonesia untuk memboikot semua produk Perancis.

Dikatakan Ketua Umum Front Pemuda Muslim Maluku, Umar Ohoitenan SH,
hingga Immanuel Macron meminta maaf atas sikapnya yang menghina agama Islam dan nabi Muhammad SAW, kami mendesak Pemerintah Republik Indonesia mengambil kebijakan tegas menarik sementara Duta Besar Republik Indonesia dari Paris Perancis, di Jakarta, (02/11/2020).

“Pernyataan Presiden Prancis tersebut melukai hati Umat Islam di dunia karena menolak dan mengutuk penerbitan kartun Nabi Muhammad SAW oleh majalah satire, Charlie Hebdo, Macron pun menyatakan akan melawan segala bentuk ‘separatisme Islam,” tuturnya.

“Kami Front Pemuda Muslim Maluku menolak dengan keras dan mencela sikap presiden Prancis Emanuel Macron yang membiarkan penerbitan karikator Nabi Muhammad SAW, imbuhnya beberapa hari sebelumnya.

“Kami mendesak Pemerintah Indonesia untuk menarik Dubes RI di Perancis sebagai bentuk protes serta kecaman terhadap pernyataan Presiden Perancis,” ucapnya.

Umar Ohoitenan SH mengajak Muslim di Indonesia untuk memboikot semua produk Perancis.

“Kami mengajak Muslin Indonesia untuk memboikot semua Produk Perancis, hingga Emanuel Macron meminta maaf atas sikapnya yang nenghina agama Islam dan nabi Muhammad SAW, ” tegasnya.

Dengan aksi damai tersebut, kami mengundang anggota 500 orang dari berbagai daerah se Jabodebeta untuk mendukung aksi damai yang kian berdatangan,” tutur Umar Ohoitenan SH.

“Pernyataan tersebut telah melukai perasaan 2 miliar lebih muslim di seluruh dunia dan telah menyulut serta memecah persatuan antar umat beragama di dunia,” demikian bunyi kutipan tertulis Kemenlu RI pada Jum’at (30/10/2020).

“Kemenlu RI menegaskan, hak kebebasan berekspresi tidak boleh dilakukan dengan mencederai kehormatan, kesucian serta kesakralan nilai dan simbol-simbol agama.

“Sebagai negara demokrasi ketiga terbesar dan berpenduduk muslim terbesar dunia, Indonesia mengajak seluruh negara untuk mendorong persatuan dan toleransi antar umat beragama, terutama di tengah situasi pandemi saat ini,” tandaas Kemenlu RI.(Guffe).

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed