by

Pengungkapan Kasus Begal Bersepeda Diwilayah Hukum Polda Metro Jaya

Jakarta, JNcom – Akhir-akhir ini kita sering lihat di media dan viral beberapa kejadian kasus pembegalan persepeda diwilayah hukum Polda Metro Jaya.

Kejadian ini tentunya sangat meresahkan masyarakat, dimasa pandemi ini masyarakat semakin besar peminatnya berolahraga menggunakan sepeda.

Kapolda Metro Jaya, Irjen. Pol. Drs. M.M. Irjen. Pol. Drs. Nana Sujana, M.M. saat konpers mengatakan, Kisaran September hingga Oktober 2020 dari data laporan polisi ada 12 kasus. Masih adanya masyarakat yang menjadi korban belum melaporkan ke kepolisian.
Kapolda menghimbau kepada masyarakat gang menjadi korban untuk melaporkan. Bertempat di Main Hall Dirkrimum Polda Metro Jaya, Selasa (3/11/2020).

“Adapun data laporan yang ada, hasil pemeriksaan terhadap para tersangka tersebut tidak hanya sekali melakukan tinfdak kejahatan begal bersepepeda ini dan tidak segan-segan melukai korbannya,” ujar Kapolda Metro.

Dikatakan Kapolda, Seringnya terjadi tindak kejahatan pembegalan bersepeda tersebut, Polda Metro Jaya beserta jajarannya langsung bereaksi semakin maraknya kejahatan ini langsung membentuk tim khusus untuk pengungkapan begal persepeda ini.

Lebih lanjut Kapolda Metro Jaya mengatakan, Tim khusus ini mulai melakukan preventif dan represif. Bentuk preventif dengan memberikan himbauan-himbauan langsung kepada masyarakat melalui anggotanya sampai ke ketingkat Babinkamtibmas.

Kitapun langsung memasang spanduk-spanduk khususmya dijalan protokol yang selama ini menjadi sasaran begal bersepeda seperti disepanjang jalan Thamrin, Kuningan dan Sudirman.

Untuk preventif kami juga ada tim untuk melakukan upaya-upaya dari Sabara, Brimob, Lalin, untuk melakukan patroli dilokasi rawan kejahatan.

Untuk fungsi represif tersebut anggota reserse dirkrimum dan juga anggita polres hingga polsek untuk mengungkap dan langgsung melakukan upaya-upaya pengungkapan. Ini upaya keseriusan kepolisisian menangani kasus tersebut.

Sementara hingga dua bulan terakhir, kami baru mengungkap 6 TKP dengan tersangka 10 orang. Beberapa TPK lain sedang dilakukan pengembangan dan mengejar para tersangka hingga kita melakukan profiling dalam waktu dekat akan kami ungkap.

Kami secara kontinu terus melakukan upaya-upaya pengungkapan juga memaksimalkan upaya preventif untuk meminimalkan korban kejahatan bersepeda.

Ada teori kriminalitas, kriminalitas terjadi karena bertemunnya N dan K. Yaitu Niat dan Kesempatan. Kalau niatnya ada dan kesempatan tidak ada maka kriminalitas tak akan terjadi. Begitupun sebaliknya.

Kita sangat berharap masyarakat mengambil hikmah dan pembelajaran serta pengalaman agar masyarakat lainnya tidak menjadi korban.

Bukan hanya barang saja yang hilang, tetapi bila diambil ataupun diambil secara paksa akan menimbulkan luka serius bagi para persepeda.

Kedepannya kamipun akan terus memperbanyak anggota kami dilapangan khususnya dibeberapa lokasi.

Dikatakan Kapoda Metro, jam rawan di pagi hari jam 06.00 hingga 10.00 tentunya menjadi perhatian bagi kita semua.

Para pelaku begal persepeda tersebut dikenakan pasal 365 denga ancaman 9 tahun penjara.

Para pelaku tersebut stautusnya kebanyakan pengangguran. Modus yang para pelaku lakukan biasanya mengamati dan menentukan korban yang biasanya sendirian bersepeda ataupun terlepas dari rombongannya. Lalu pelaku menguntit calon korbannya menggunakan motor dengan berboncengan dan pura-pura berhenti. Pelaku motor lainnya akan langsung memepet bersepeda tersebut yang berakibat luka-luka.

Kami menghimbau kepada masyarakat agar tidak bersepeda sendirian, agar berkelompok dan tetap melakukan protokol kesehatan. Juga menghindari bersepeda saat malam hari saat gelap memancing pelaku untuk melakukan aksi pembegalan tersebut.

Diharapkan pada saat olahraga tidak perlu membawa barang berharga termasuk HP. Kalaupun membawa HP ditempatkan tak kelihatan dan tersembunyi dari pandangan orang lain.

Terakhir, supaya masyarakat melaporkan kejadian pembegalan yang menimpanya.
(Guffe).

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed