by

2024, Pengamat: Politik Pencitraan Bakal tak Laku

-Nasional-82 views

Jakarta, JNcom – Peneliti Political dan Public Policy Studies, Jerry Massie berpendapat, gaya politik pencitraan di tahun politik 2024 bakal tak laku, lantaran sampai kini ada traumatik dari masyarakat yang terlena, terpesona dan terpikat dengan gaya ini. Tapi buntutnya, justru kecewa yang dialami.

Selama ini, kata Jerry, selain politik identitas dan politik dinasti, politik uang yang merajalela juga politik pencitraan sangat menonjol. Ada lagi model politik pencitraan contohnya makan nasi akin, masuk gorong-gorong, naik becak, makan di warteg sampai foto selfie bareng.

“Tapi, saya nilai barangkali saat ini pemilih lebih rasional. Saya prediksi ini tak akan laris lagi pada Pilpres 2024. Ada pula gaya merakyat tapi pada dasarnya bukan tipikal cinta dan peduli rakyat kecil,” ujar Jerry kepada JurnalNusantara.com, Rabu (21/10/2020).

Menurut Jerry, gaya pura-pura merakyat tapi pada dasarnya tak cinta rakyat seperti UU Omnibus Law Ciptaker dimana para legislator yang terhormat cuek akan vox populi (suara rakyat). Suara rakyat hanya berlaku ketika masuk tahun politik tapi ketika sudah duduk, politik lupa diri muncul.
Banyak pemilih kemudian mulai membedakan mana pemimpin yang benar-benar cinta rakyat arau hanya mau suaranya saja.

“Saya kira pemilih ke depan akan melihat action and contribution atau tindakan dan kontribusi dari para calon. Bukan hanya pencitraan semata,” ungkapnya. (red)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed