by

Polda Metro Tangkap 54 Tersangka Meresahkan Masyarakat, Merusak Fasilitas Polisi dan Pemerintah Saat Demo

Jakarta, JNcom – Para demonstran menolak pengesahan Omnibus Law UU Cipta Kerja ricuh di DKI Jakarta. Aksi unjuk rasa di DKI Jakarta tersebut Polda Metro Jaya mengamankan 54 orang sebagai tersangka kericuhan unjuk rasa menolak Omnibus Law Cipta Kerja yang berujung dengan perusakan fasilitas polisi, dan fasilitas umum pada Kamis (8/10/2020).

Polisi menangkap 10 pelaku yang merusak fasilitas kantor Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), di Jalan MH. Thamrin, Jakarta Pusat turut dirusak oleh massa unjuk rasa.

Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Argo Yuwono dalam sambutan Konferensi Pers mengatakan, 54 tersangka tersebut ditangkap oleh tim gabungan Polda Metro Jaya dan Bareskrim Polri pada Minggu (11/10/2020).

“Kami tampilkan dua orang, karena delapan lainnya anak di bawah umur. Jadi, tidak bisa kita tampilkan di hari ini,” ucap Argo saat jumpa pers di Main Hall Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (12/10/2020).

Argo mengatakan, para tersangka tersebut tidak hanya melakukan perusakan terhadap Kantor Kementerian ESDM, melainkan juga turut melakukan penjarahan. Ada laptop yang diambil, mereka juga melakukan penjarahan.

Para pelaku ditangkap pada Minggu (11/10/2020) diberbagai wilayah. Para pelaku tersebut diduga sebagai eksekutor yang merusak pagar, kaca, hingga mobil di Kementerian ESDM. Tak hanya itu, mereka juga diduga melakukan penjarahan terhadap barang-barang berharga di dalam gedung. “Ada laptop yang diambil, jadi mereka juga melakukan penjarahan ya di sana,” ujar Argo.

Argo menuturkan, dari para tersangka diamankan barang bukti berupa batu, kayu, pecahan botol, hingga handphone. Hasil penyelidikan menemukan fakta jika para pelaku ini juga mengirim ajakan kepada orang lain melalui HP untuk berbuat anarkisme saat demo.

Akibat perbuatannya, para tersangka dijerat Pasal 28 (2) jo Pasal 45 Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), Pasal 170, Pasal 214, Pasal 218 dan atau Pasal 358 KUHP jo Pasal 55 dan 56 KUHP.

Perlu diketahui, pengesahan Omnibus Law Undang-undang Cipta Kerja menuai banyak penolakan dari masyarakat, khusunya elemen buruh. Akibatnya, mereka melaksanakan mogok kerja pada 6-8 Oktober 2020 dan memilih turun ke jalan menggelar unjuk rasa.

Unjuk rasapun berakhir ricuh di sejumlah daerah. DKI Jakarta turut terjadi pembakaran fasilitas umum seperti halte, pos polisi. Polda Metro Jaya sejak Rabu (7/10/2020) sudah mengamankan 1.192 orang yang diduga sebagai perusuh.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed