by

Menteri PPPA: Modernisasi Koperasi Perempuan Dorong Minat Milenial Menjadi Pelaku Usaha

Jakarta, JNcom – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Bintang Puspayoga mengapresiasi upaya Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) untuk melakukan modernisasi pada Koperasi Perempuan. Menteri Bintang menilai kehadiran koperasi perempuan sebagai badan usaha yang dikelola perempuan sangat potensial untuk menjadi penggerak bagi pemberdayaan ekonomi perempuan.

“Koperasi perempuan merupakan bagian dari gerakan koperasi yang tumbuh dan berkembang di Indonesia dan berdasarkan data Kementerian UMKM jumlah koperasi perempuan saat ini adalah 10.382 unit. Jumlah yang potensial untuk menjadi salah satu penggerak perekonomian bangsa ini. Khususnya penggerak pemberdayaan ekonomi perempuan,” ujar Menteri PPPA, Bintang Puspayoga saat membuka kegiatan FGD (focus group discussion) Kampung Koperasi Menuju Modernisasi Koperasi di Kabupaten Garut, Jawa Barat

Menteri Bintang mengakui, modernisasi koperasi perempuan merupakan sebuah keniscayaan dan kebutuhan pada era ekonomi digital saat ini. Selain karena jumlah yang cukup potensial menjadi sumber penggerak ekonomi rakyat juga sebagai upaya mengubah citra koperasi menjadi sebuah badan usaha yang mampu beradaptasi dengan perubahan zaman. Hal ini menurut Menteri Bintang berpotensi meningkatkan minat perempuan menjadi pelaku usaha, terutama kelompok milenial.

“Koperasi perempuan yang modern dapat mengundang minat perempuan milenial. Jumlah generasi milenial Indonesia mencapai 88 juta atau 33,75%, di mana sekitar separuh jumlahnya adalah perempuan milenial (Data Susenas, 2017). Ciri generasi milenial adalah kreatif, kaya akan ide dan gagasan serta mampu mengkomunikasikannya dengan cemerlang. Mereka juga pribadi yang pandai bersosialisai terutama dalam komunitasnya dan aktif berselancar di media sosial. Inilah potensi milenial yang diharapkan menjadi inovasi perempuan yang dapat meningkatkan peran perempun di bidang perekonomian,” jelas Menteri Bintang.

Menteri Bintang menambahkan, meningkatnya minat perempuan sebagai pelaku usaha berkorelasi dengan membaiknya pembangunan kesetaraan gender di Indonesia. Oleh karena itu, Menteri Bintang mengajak seluruh elemen terutama perempuan untuk berkolaborasi dan bersinergi bersama mendorong pemberdayaan perempuan di bidang ekonomi.

“Bagi Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) upaya modernisasi koperasi perempuan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari pembangunan pemberdayaan perempuan yang akan berdampak pada akselerasi pencapaian target dan indikator seperti meningkatkan indeks pembangunan gender, indeks pemberdayaan gender, serta menambah tingkat partisipasi angkatan kerja perempuan. Kami harapkan kerjasama, sinergi dan kolaborasi. Saya juga ingin mengajak semua perempuan, mari kita kuatkan, bersatu, dan kembangkan potensi-potensi yang ada sehingga kita bisa memberikan sumbangsih kepada bangsa dan negara menuju perempuan berdaya Indonesia maju,” ujar Menteri Bintang.

Sejalan dengan pernyataan Menteri Bintang, Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM Rully Indrawan, dalam kesempatan yang sama menyampaikan jika sifat kolaborasi, bergabung, dan berhimpun yang ada pada koperasi perempuan dapat mendukung skala ekonomi perempuan menjadi lebih baik yang tentunya akan berdampak positif terhadap kesejahteraan keluarga.

“Yang paling penting adalah bagaimana mendorong kelompok perempuan betul-betul menjadi kekuatan yang lebih baik untuk membangun kesejahteraan keluarga dan kelompok perempuan terutama di daerah pedesaan ikut berpartisipasi membangun keluarganya sendiri melalui koperasi perempuan. Keluarga yang kuat diharapkan masyarakat menjadi kuat dan bangsa menjadi kuat,” ujar Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM Rully Indrawan.

Selain membuka kegiatan FGD, Menteri Bintang didampingi Deputi Bidang Partisipasi Masyarakat Kemen PPPA, Indra Gunawan juga melakukan sejumlah kunjungan langsung ke beberapa Koperasi Perempuan di Garut, di antaranya Koperasi Wanita Aisyiyah dan Koperasi Unit Desa (KUD) Mandiri Bayongbong. Dalam kesempatan tersebut, Menteri Bintang juga berdialog dengan pengelola koperasi perempuan terkait tantangan dan kemajuan yang dihadapi selama mengelola usaha. Menteri Bintang juga berkunjung dan berdialog dengan beberapa nasabah dan Account Officer (AO) PT. Permodalan Nasional Madani (PNM) Mekaar Cabang Garut.(Guffe).

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed