by

Masa Pandemi, Pemerintah Minta Tetap Produktif Tanpa Narkotika

-Nasional-136 views

Jakarta, JNcom – Dalam rangka menghadapi adaptasi kebiasaan baru, Presiden Joko Widodo meminta kepada seluruh rakyat Indonesia untuk tetap optimis bahwa tantangan yang sedang dihadapi dapat dikendalikan dengan baik, ditengah upaya pemerintah untuk secepat mungkin menghadirkan vaksin Covid-19. Kehadiran teknologi informasi telah membantu banyak dalam mengatasi dan memberikan informasi disegala bidang baik pendidikan maupun bisnis.

Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Kementerian Komunikasi dan Informatika (IKP) Widodo Muktiyo mengatakan, pemerintah melalui Kominfo terus melakukan literasi digital karena sangat berpotensi mencegah peredaran narkotika yang rawan terjadi di dunia maya. Ia meminta ruang digital harus dapat sepenuhnya dipergunakan untuk kegiatan produktif yang bermanfaat positif bagi mseluruh unsur masyarakat.

“Kita gunakan teknologi ini sebaik-baiknya, termasuk juga bagaimana kita menghadapi peredaran narkoba yang saat ini kerap menggunakan teknologi dalam melakukan transaksi jual belinya. Maka literasi digital ini menjadi penting sekali,” ujar Widodo dalam Webinar bertema Adaptasi Kebiasaan Baru : Tetap Produktif Tanpa Narkotika yang diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) melalui Direktorat Informasi dan Komunikasi Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Kamis (1/10/2020).
Menurutnya, potensi terjadinya peredaran barang haram tersebut sangat berpeluang terjadi di ranah daring mengingat dalam ruang digital terdapat tsunami informasi yang bisa disalahgunakan oleh oknum untuk melakukan tindakan ilegal transaksi narkotika secara daring.

Oleh sebab itu, para pegiat narkotika harus mampu melakukan literasi secara digital dalam, demi mencegah terjadinya narasi atau konten yang terindikasi memiliki tujuan negatif. Khususnya, peredaran narkotika pada ranag digital yang rawan terjadi saat ini.

Berdasarkan informasi dari kepolisian, selama pandemi Covid-19, peredaran narkotika cukup tinggi, dapat dilihat dari pengungkapan kasus-kasus narkoba di berbagai daerah oleh polisi dan Badan Narkotika Nasional (BNN).

“Khusus wilayah hukum Polda Metro Jaya selama 2020 dari bulan Januari sampai Agustus 2020 ada 2.894 kasus narkotika dengan tersangka 3.586 kasus tersangka. Setiap hari Polda Metro Jaya bisa mengungkap sekitar 12-20 kasus narkotika,” ujar Kapolda Nana Sudjana,

Hal senada diungkapkan Deputi Pemberdayaan Masyarakat Badan Narkotika Nasional Irjen. Pol. Drs. Andjar Dewanto, SH, MBA bahwa Fakta menunjukkan perkembangan kejahatan Narkotika, dalam setahun ada 18.000 orang meninggal akibat narkotika. Menurutnya, Tujuan umum dari pencegahan penyalahgunaan narkoba untuk memastikan keluarga terutama perkembangan anak sehat dan aman agar dapat mewujudkan bakat dan potensi mereka dan bermanfaat bagi keluarga dan masyarakat.

“Mari kita tetap Komit tidak hanya dalam webinar dan seminar tetapi juga di lapangan, mulai sesuatu dengan niat yang tulus dan berharap lindungan dari Tuhan YME. Tanpa kasih sayang dan perhatian keluarga maka akan terpengaruh terhadap kondisi sekitar,” ungkapnya.

Sementara itu, Jonly Nahampun, Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Relawan Anti Narkoba Lembaga Aspirasi Masyarakat Indonesia (DPP RAN LAMI) berpendapat, Pemerintah tidak bisa sendirian dalam mengatasi masalah narkoba karena persoalan penyalahgunaan narkoba yang sangat kompleks menuntut penanganan secara komprehensif dan terpadu, dengan partisipasi aktif dari masyarakat baik secara individu maupun kelompok yang mempunyai potensi membantu generasi muda mencegah penyalahgunaan narkoba.

“Narkoba adalah membunuh dirimu dan keluargamu bersama memberantas dan menutup gerakan-gerakan narkoba kita selamatkan bangsa ini tanpa narkoba mari adaptasi kebiasaan baru tetap produktif tanpa narkoba,” pungkasnya. (red)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed