by

Polda Metro Jaya Luncurkan Timsus Penindak Pelanggar Protokol Kesehatan dan Penindak Disiplin Berbasis Komunitas Ojol

Jakarta, JNcom — Dalam rangka memutus mata rantai penularan Covid-19 Polda Metro Jaya meluncurkan Tim Khusus (Timsus) Penindak Pelanggar Protokol Kesehatan (Prokes) Covid-19 dan Penindak Disiplin Berbasis Komunitas Ojek Online (Ojol). Timsus ini tim gabungan TNI-Polri, Satpol PP, Kejaksaan dan Pengadilan Tinggi. Timsus ini diresmikan Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sudjana dan Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman.

“Tim ini bertujuan untuk meningkatkan disiplin masyarakat agar mematuhi protokol kesehatan Covid-19 dan tentunya untuk memberikan efek deteren kepada masyarakat. Kami tetap melakukan kegiatan operasi yustisi ini dengan humanis, persuasif tetapi tegas,” ujar Kapolda, Irjen Pol Drs Nana Sudjana AS MM di depan gedung Promoter Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (23/9/2020).

Peresmian timsus gabungan ditandai dengan dipakaikannya rompi khsusus kepada perwakilan yang terdiri dari TNI, Polri, Satpol PP, Dinas Perhubungan (Dishub), dan ojek online. Kemudian Satgas penindak pelanggar protokol kesehatan di tingkat provinsi yang terdiri dari 19 tim dengan rincian 12 tim khusus yang bersifat stasioner dan 7 timsus ini bersifat mobile.

Dikatakan Nana Sudjana, untuk di tingkat Polres ada 161 timsus,
dengan rincian 13 timsus mobile dan 49 timsus stasioner. Sebanyak 99 Polsek yang ada di wilayah hukum Polda Metro Jaya terdapat 1-2 timsus yang melakukan operasi yustisi.

Menurutnya, selain melakukan tindakan di pos-pos stasioner, tim ini bergerak secara mobile untuk melakukan penindakan. Timsus akan menindak pelanggar protokol kesehatan dimanapun.

“Untuk jumlah personil yang dilibatkan ada 3000 ribu dari TNI, 3000 dari Polri, 700 dari satpol PP, 50 dari Kejaksaan dan 50 dari pengadilan tinggi,” terang Nana.

“Terkait Penindak Disiplin Berbasis Komunitas Ojek Online, upaya untuk mencegah penyebaran Covid-19 pada masa PSBB ini. Polda Metro Jaya dalam hal ini bersama-sama dengan Kodam Jaya, telah membentuk sebanyak 351 komunitas. Di antaranya sebanyak 80 komunitas Ojol dilibatkan dalam tim ini dengan jumlah pengendara mencapai 10 ribu orang,” tandasnya.

“Sebanyak 100 orang yang akan melakukan penegakan disiplin terhadap komunitas ojok online di Jabodetabek,” tutur Nana Sudjana.

Acara peluncuran ditandai dengan pemberian rompi kuning bagi perwakilan komunitas ojol oleh Kapolda Metro Jaya. bertuliskan ‘penegak disiplin protokol kesehatan Covid-19’.

“Polda Metro Jaya juga meluncurkan hotline pengaduan masyrakat tentang pelanggaran protokol kesehatan Covid-19. Masyarakat yang menemukan pelanggaran seperti kerumunan massa bisa melapor ke akun Twitter, Instagram, Facebook, Whatsapp di Polda, Polres, dan Polsek,” pungkasnya.(Guffe).

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed