by

Danpuspomad Gelar Lanjutan Laporan Penanganan Kasus Perusakan Mapolsek Ciracas dan sekitarnya

Jakarta, JNcom – Komandan Pusat Polisi Militer Angkatan Darat (Danpuspomad) gelar acara “Lanjutan Laporan Penanganan Kasus Perusakan Polsek Ciracas dan Sekitarnya”.

Letjen TNI Dodi Wijanarko, Danpuspomad mengatakan, Perintah bapak Kasad pada hari ini kami menyampaikan perkembangan proses penyelidikan dan peyidikan perkara perusakan Mapolsek Ciracas dan sekitarnya yang terjadi pada hari Sabtu (29/8/2020) sekitar pukul 01.30 WIB yang diduga dilakukan oleh oknum anggotaTNI.

“Perkembangan hasil penyelidikan dan penyidikan mulai tanggal 16 – 22 September 2020 pukul 24.00 WIB. Untuk proses penyelidikan dan penyidikan terhadap tersangka Prada MI saat ini sudah pada tahap pemberkasan, Minggu ini paling lambat awal Minggu depan berkasnya tersangka Prada MI sudah akan dilimpahkan kepada Orditur Militer 208 Jakarta”, ucap Letjen TNI Dodi Wijanarko. Bertempat di Mapuspomad, Jalan Medan Merdeka Timur, Jakarta Pusat, hari ini Rabu (23/9/2020).

Jajaran Polisi Militer TNI Angkatan Darat (Pomad) dengan Pomdam Jaya perhari ini menyampaikan perkembangan proses penyidikan sebagai berikut:
1. Sudah dilakukan pemeriksaan sampai hari ini sebanyak 95 orang personil terdiri dari 39 satuan.
2. Jumlah tersangka oknum TNI AD saat ini sebanyak 58 orang dari 26 satuan.
3. Sebanyak 5 orang personil dimintai keterangan dari 5 orang personil tersebut, 1 orang sudah dinaikkan statusnya sebagai tersangka dan sisanya tetap dilakukan pendalaman ketelibatan dalam kasus ini.
4. Kami telah melakukan pemeriksaan terhadap masing-masing tersangka yang terlibat dengan saksi-saksi dengan alat-alat buktinya dalam rangka untuk menata dan melengkapi berkas perkara nantinya.
5. Penyelidikan masih terus berjalan sampai perkaranya semua selesai tuntas dan berkas perkara dilimpahkan ke orditur militer.

“Kami minta kepada seluruh masyarakat yang masih ada informasi yang tersimpan sampaikan kepada saya atau kepada tim untuk membantu menuntaskan segala sesuatunya terhadap oknum yang terlibat perusakan Mapoksek Ciracas dan sekitarnya,” pungkas Danpuspomad Letjen TNI Dodi Wijanarko.

Mayjen TNI Dudung Abdul Rahman,
Pandam Jaya mengatakan, proses ganti rugi kepada korban fisik maupun materil hingga saat ini tidak ada perubahan. Korban penganiayaan ada 23 orang, kerusakan materil ada 109 orang. kerugian fisik dan materil ada 13 orang yang mengalami penganiayaan.

“Sampai dengan tanggal 22 September kami data sudah mencapai Rp.658.740.000,- kemudian masih ada 2 orang korban yang masih dirawat inisial D dan T masih ditangani Kepara RSPAD Letjen TNI Dr. Bambang dan santunan akan disamlaikan baoak Kasad setelah lepas perawatan,” tandas Pangdam Jaya.

Letjen TNI Dr. Bambang Wihanto, Kepala RSPAD mengatakan, ada 3 pasien yang melakukan rawat jalan. 2 pasien yang dirawat adalah Bripda Dimas dirawat di ICU selama 23 hari setelah dilakukan operasi dan diupayakan optimal sembuh. Pasien sudah dipindahkan dan hampir sembuh. Bripka Tukim ada abrasi atau lepasnya retina lalu dilakukan operasi diharapkan ada peningkatan fungsinya.

Mayjen TNI Edy Parde, Danpuspom TNI mengatakan, Hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh Puspom TNI sampai dengan 22 September 2020 sebanyak 20 orang oknum prajurit yang diperiksa dengan rincian dari oknum prajurit TNI AL 11 orang, dari oknun prajurit TNI AU 19 orang.

“Dari 20 orang yang sudah diperiksa ditetapkan sebagai tersangka 8 orang. Dengan rincian 7 orang tersangka dari oknum prajurit TNI AL dan seorang oknun prajurit TN AU,” ujarnya.

“Puspom TNI beserta Puspom AD, AL, AU melakukan lanjutan pemeriksaan dalan rangka penyelidikan dan penyidikan kasus perusakan Mapolsek Ciracas dan sekitarnya. Dengan mendalammi dan mengungkap tersangka lainnya yang belum terungkap bersama-sama dengan instansi lainnya untuk mengungkap kasus ini,” tandasnya.

“Secara global sampai saat ini oknum prajurit yang sudah diperiksa berjumlah 125 orang. Akan ditetapkan sebagai taebanyak 66 orang dengan rincian dari oknm prajurit TNI AD 58 orang, TNI AL 7 orang dan TNI AU 1 orang,” tuturnya.

Tambahan Danpuspomad, perlu diketahui betapa konsistennya kita dijajaran TNI khusnya kami di TNI AD karena perlu diketahui ada beberapa pertanyaan yang disampaikan ke dirinya yaitu apakah kerusakan hanya di Mapolsek Ciracas, melainkan juga mulai sepanjang dari abdina sampai Mapolsek Ciracas sepanjang jalan 8 kilometer. Makanya penggantian yang dilaksanakan Pangdam Jaya itu betapa luar biasanya dan seriusnya pimpinan TNI AD dilakukan proses penggantian untuk membuat terang suatu masalah dengan proses hukum yang jelas.

Sekali lagi Danpuspomad menghimbau kepada semua pihak yang mengetahui, melihat dan ada bukti tentang kejadian peristiwa perusakan Mapolsek Ciracas dan sekitarnya tolong jangan sayang-sayang memberikan kepada kami, kami akan tindak lanjuti supaya proses yang kami jalankan segera tuntas dan tidak kekurangan suatu apapun nantinya.(Guffe)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed