by

Alasan Tunda Pilkada 2020, Pemuda Muhammadiyah Sebut Potensi Penyebaran Covid-19 Sangat Besar dan Bahaya

-Nasional-55 views

Jakarta, JNcom – Ketua Bidang Hukum dan HAM PP Pemuda Muhammadiyah Razikin memahami sikap banyak pihak yang meminta agar Pilkada Serentak 2020 ditunda. Dia juga memahami pilihan cendekiawan muslim Azyumardi Azra yang memilih golput.

Menurut Razikin, kita tengah menghadapi situasi yang sangat krusial dalam sejarah pelaksanaan Pilkada Serentak 2020. Sebab, di satu sisi pemerintah melarang adanya kerumunan massa untuk menghindari penyebaran Covid-19. Sementara, kerumunan massa diyakini dan memang faktanya hari-hari ini di hampir semua daerah yang melaksanakan pilkada tidak dapat dihindari.

“Dengan demikian potensi penyebaran Covid-19 sangatlah besar dan berbahaya, dan pada sisi yang lain proses pergantian kekuasaan di tingkat daerah secara demokratis melalui pemilihan umum tetap dilaksanakan dan tentu saja dalam pelaksanaannya ada mobilisasi massa,” tutur Razikin saat dihubungi, Rabu (23/9/2020)

Karena memang kata Cicero, seorang filsuf berkebangsaan Italia, ‘Salus populi suprema lex esto’, yang artinya, bahwa keselamatan rakyat merupakan hukum tertinggi bagi suatu negara.

Dia juga mengingatkan, kondisi ini harus menjadi perhatian serius. Kondisi Covid-19 membuka banyak peluang kecurangan dan tingkat partisipasi pemilih dipastikan sangat rendah. Alhasil, kondisi ini akan mempengaruhi krediblitas hasil pilkada.

“Jadi ini benar-benar sangat dikhawatirkan setelah pelaksanaan pemilukada dapat timbul masalah baru, seperti konflik horizontal, pergerakan massa yang tidak terkendali yang pada akhirnya penyebaran Covid 19 masuk sampai ke desa-desa, dan ini sangat berbahaya,” tandasnya. (SR)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed