by

Walikota Tanjung Balai Akan Sediakan Lahan Bagi Serayu Group dalam Program Ketahanan Pangan

-Nusantara-72 views

Tanjung Balai, JNcom – Guna memperluas dan mengembangkan program tanam pohon dengan sistem tumpang sari tim Serayu Grub bergerak cepat dengan mengunjungi beberapa Kabupaten di Propinsi Sumatera Utara dengan respon positif tak terkecuali Kota Tanjung Balai.

Dalam audensinya dengan Pemkot Tanjung Balai Direktur Utama Serayu Makmur Kayuindo Hasan mengatakan program tanam pohon bertujuan untuk mensejahterahkan masyarakat Indonesia.

“Kita harus bersyukur pada Tuhan Yang Maha Esa diberikan tanah yang sangat bagus , subur dan sangat luas serta sumber daya manusia sangat banyak,”ujar Hasan selaku Dirut PT Serayu Makmur Kayuindo kepada JURNALNUSANTAR.COM, di Tanjung Balai, Minggu (20/09/2020)

Menurut Hasan PT Serayu Group menawarkan di setiap Kota / kabupaten maupun Provinsi program penanaman kayu dan pertanian karena melihat potensi di negara kita Indonesia tercinta ini bisa panen dan menghasilkan devisa sepanjang tahun

” Kondisi alam iklim.Negara kita tercinta ini, sangat berbeda dengan iklim alam negara-negara tertentu.mereka hanya bisa panen sekali, kalau di Indonesia bisa sepanjang tahun, karena negara kita dianugrahi iklim dan tanah yang subur sehingga sangat cocok untuk segala bidang usaha tanaman.Sehingga banyak orang bilang di Indonesia itu tongkat, kayu dan batu pun bisa jadi tanaman,”tuturnya.

Ketika disinggung terkait kenapa tanaman sawit sangat berkembang di Indonesia saat ini, Hasan menjawab bahwa sawit mulai berkembang di Indonesia karena setelah Malaysia melarang menanam tanaman sawit lagi.

Sehingga para investor malaysia berbondong-bondong membanjiri negara Indonesia maka pada tahun 80-an investor Malaysia menguasai sektor perkayuan dan sekarang juga mereka masuk ke pangan.

“Padahal saat itu negara Malaysia adalah penanam sawit dan perkayuan terbesar di dunia,”imbuhnya.

Seperti diketahui diketahui bahwa sesungguhnya penanaman pohon terbesar yang berhasil di dunia adalah Indonesia, oleh karena itu kita harus terus melakukan upaya penanaman pohon dengan cara tumpang sari, karena pada tahun 2011 di bumi kita ini 71,2 persen air dan 28,8 persennya daratan akibat meningkatnya suhu panas bumi yang mencairkan gletser di belahan kutub utara dan Selatan

“Daratan semakin sedikit sedangkan pertumbuhan manusia di bumi ini terus meningkat,”tegasnya.

Namun menurut Hasan jaman sekarang ini dengan kecanggihan teknologi medis yang semakin maju, sehingga membuat rata-rata hidup manusia bisa sampai umur 70 tahun. Akibat manusia bertahan hidup makin banyak sehingga kedepannya negara kita Indonesia dan negara-negara lainnya di dunia akan mengalami kerisis pangan oleh karena itu khususnya negara kita harus mengantisipasi dengan penanaman pohon secara tumpang sari dalam rangka guna untuk ketahanan pangan

“Badan kesehatan dunia (WHO) telah mengumumkan ke semua negara-negara di dunia dengan adanya penyebaran pandemi covid 19. Masing-masing semua.negara harus menjaga ketahanan pangannya,”jelasnya

Ditempat yang sama Walikota Tanjung Balai, Muhamad Syahrial MH dalam sambutannya ia sangat mendukung sosialisasi penanaman pohon secara tumpang sari sebagai program ketahanan pangan yang disampaikan Dirut Hasan selaku pimpinan Serayu Group

Menurut Walikota program ketahanan pangan yang dikatakan Dirut Serayu.group tersebut sangat tepat dan cocok bila diterapkan di daerah kami yang masih luas lahannya

“Kami akan kordinasi dengan dinas terkait untuk segera menyiapkan dan merealisasikan lahan untuk penanaman pohon secara tumpang sari,” tandasnya.(han)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed