by

Polda Metro Ungkap Kasus Pembunuhan Berencana Disertai Multilasi 11 Bagian Potongan Tubuh

Jakarta, JNcom – Subdit 3 Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya dalam waktu cepat berhasil mengungkap dan menangkap pepembunuhan berencana yang disertai 11 potongan bagian tubuh.

Kapolda Metro Jaya, Irjen Polisi Drs. Nàna Sudjana AS. MM dalam keterangannya mengatakan, Berawal adanya laporan polisi tentang laporan orang hilang yang dilaporkan dari keluarga korban atas nama RHW (33) tangal 12 September kemarin. Dari tanggal 9 September korban tidak bisa dihubungi dan tidak ada komunikasi dengan pihak keluarga. Main Hall Polda Metro Jaya, Kamis (17/9/2020).

Atas dasar laporan tersebut polisi melakukan tim khusus untuk melakukan penyelidikan. Tempat kejadiannya di apartemen Pasar Baru Jakarta Pusat berhasil diungkap tanggal 16 September 2020.

“2 orang pelaku berhasil diamankan inisial DAF (26) perannya sebagai pelaku atau eksekutor membunuh dan memutilasi korban. RAS (27) perannya mengajak korban untuk bertemu dan menyewa apartemen di Pasar Baru Jakarta Pusat,” ucap Kapolda Metro.

Hubungan antara korban RHW dengan pelaku RAS sudah lama saling mengenal melalui chatt dan sering berkomunikasi melalui WA.

“Tanggal 5 September mereka ada komunikasi, kemudian di 7 September mereka janjian untuk bertemu di Apartemen Pasar Baru tersebut dengang menyewa salah satu kamar apartemen tanggal 7 -12 September 2020,” ujar Kapolda Metro.

Lebih jauh Kapolda Metro mengungkapkan, Tanggal 9 September mereka masuk apartemen tersebut. Sehari sebelumnya DAF dan RAS yang merupakan sepasang kekasih merencanakan untuk menghabisi korban RHW. Tanggal 9 September DAF sudah medahukui masuk ke apartemen tersebut dengan bersembunyi dikamar mandi.

Kedatangan korban RHW dengan RAS sempat berbincang dan berhubungan. Ketika berhubungan itulah DAF keluar dari persembunyiannya di kamar mandi dan sudah mempersiapkan batu bata yang langsung dipukulkan ke kepala korban RHW sebanyak tiga kali serta penusukan sebanyak tujuh kali sehingga korban meninggal dunia.

Pelaku kebingungan dengan meninggalnya korban RHW, pelaku memggeser korban ke kamar mandi. Kemudian pelaku membeli golok, gergaji serta seprei baru dan cat warna putih untuk mengecat bercak darah yang ada ditembok tersebut. selanjutnya pelaku kembali ke apartemen tersebut dan melakukan mutilasi.

Dikatakan Kapolda, Ini merupakan suatu perbuatan yang sangat keji dengan memutilasi korban memjadi 11 bagian. Bagian tubuh tersebut dimasukkan ke tas kresek kemudian dimasukkan ke dua koper dan satu ransel.

Setelah itu mereka memindahkan koper dan ransel yang berisi korban mutilasi tersebut ke sebuah apartemen di Kalibata lantai 16 untuk menyimpan koper dan ransel tersebut.

Para pelaku pun menguras isi rekening milik korban dengan membeli logam mulia berbagai ukuran dan perhiasan emas, sebuah motor Yamaha N Max serta menyewa rumah di Permata Cimanggis yang akan digunakan untuk mengubur korban.

Modus operandinya mereka berkenalan dan mengetahui korban memiliki finansial yang cukup baik dan dianggap orang berada sehingga kedua pelaku berencana menghabisi nyawa korban kemudian mengambil barang-barang dan uang milik korban.

Motifnya, pelaku ingin menguasai harta milik korban.Barang bukti yang diamankan 11 perhiasan emas sebrrat 11,5 gram, 2 laptop, cangkul, skop, jam tangan, beberapa kartu visa, dan lainnya.

Hasil penyelidikan diketahui bahwa tabungan korban digunakan kedua pelaku kemudianPolisi mengamankan kedua pelaku di Perumahan Permata Cimanggis Depok.

Pelaku sudah menggali tanah belakang rumah kontrakan tersebut untuk memgubur korban yang belum terlaksana karena keburu tertangkap.

Jumlah uang yang sudah diambil di ATM korban sebesar Rp.97 juta.Dari pengakuan kedua pelaku, korban RHW dibunuh dan di simpan di Apartemen Kalibata yang pelaku sewa.Untuk korban sudah dikirim ke RS Polri Kramat Jati.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus menambahkan, Golok dan gergaji untuk memutilasi korban dibuang di tempat sampah apartemen tersebut. Polisi sedang mencari golok dan gergaji tersebut yang nantinya sebagai barang bukti memutilasi korbannya.

Para pelaku dikenakan Pasal 340 dengan pidana mati atau pidana penjara seumur hidup atau selama waktu tertentu paling lama 20 tahun. Juga dan atau Pasal 338 KUHP dan Pasal 365 KUHP.(Guffe).

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed