by

Dukung Program Pemerintah, Kominfo Terus Sosialisasikan Bansos Kepada Masyarakat

-Nasional-54 views

Jakarta, JNcom – Pandemi Covid-19 yang melanda dunia termasuk Indonesia telah membawa dampak terhadap kesehatan dan ekonomi pada masyarakat terutama kelompok yang rentan. Hal inilah yang menjadi perhatian pemerintah untuk segera memberikan bantuan sosial (bansos) secara tepat sasaran kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Kementerian Kominfo RI melalui Direktorat Informasi dan Komunikasi Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Kominfo RI Wiryanta menyampaikan, pemerintah telah menghadirkan berbagai bantuan kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) melalui berbagai media, baik melalui rekening, pos, porter, dan sebagainya. Namun bantuan akan sia-sia jika si penerima tidak mengetahui keberadaan bantuan. Menurutnya, sosialisasi terus menerus melalui berbagai cara sesuai keberadaan KPM, menjadi kunci sukses bantuan termanfaatkan.

“Pemerintah melalui kementerian Sosial telah meluncurkan bantuan sosial ini bagi kelompok penerima manfaat. Oleh karena itu, sebarkan informasi tentang bansos ini kepada masyarakat luas, agar masyarakat tahu dan dapat memafaatkan bantuan ini,” ujar Wiryanta dalam acara Sosialisasi Bantuan Beras Program Keluarga Harapan (PKH), melalui aplikasi Zoom, Rabu (16/9/2020),

Ia menambahkan, Kominfo bersama kementerian/lembaga terkait berupa mensosialisasikan program PKH ini untuk memberitahukan kepada masyarakat khususnya penerima manfaat untuk dapat memahami dan memiliki persepsi positif terhadap program ini.

Dalam kesempatan yang sama, Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kesejahteraan Sosial Kemenko PMK Tb Achmad Choesni mengatakan, informasi mengenai bansos yang akurat dan cepat akan memengaruhi penyaluran bansos agar tepat sasaran.

“Salah satu indikator agar penyaluran bansos secara tepat sasaran adakah dengan penyebaran informasi tentang bansos yang akurat dan cepat. Untuk itu dibutuhkan peran aktif dari jajaran Kominfo di seluruh Indonesia,” katanya.

Choesni menambahkan, sejak 31 Maret 2020 pemerintah terus mengucurkan program Jaring pengaman sosial (JPS) dan stimulus ekonomi, dengan cara memperluas cakupan dan meningkatkan nilai bantuan program regular, serta memberikan program nonregular yang menyasar rumah tangga miskin baru (non-DTKS) yang terkena dampak ekonomi akibat Covid-19.

Salah satunya, bantuan sosial beras, yang diluncurkan sesuai arahan Presiden terkait percepatan realisasi anggaran, khususnya yang masuk dalam Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Pelaksanaan bantuan sosial beras telah dilaksanakan selama tiga bulan terhitung sejak Agustus hingga Oktober 2020 dan disalurkan mulai September sampai Oktober 2020.

Sementara itu, Pelaksana Harian (Plh) Direktur Operasional dan Pelayanan Publik Bulog Triyana menyampaikan, setiap KPM memperoleh bantuan sebanyak 15 kg per bulan dengan  kualitas beras medium. Total sebanyak 10 juta KPM PKH dengan kuantum penyaluran beras sebanyak 450.000 ton.

Triyana menjamin kualitas beras bansos karena pihaknya selalu menjaga kualitas beras bansos yang akan disalurkan kepada masyarakat. Karung beras yang digunakan pun baru, sehingga tidak mudah sobek. Hingga kini sebanyak 14 provinsi sudah mulai menyalurkan beras bansos.

“Beras bansos berasal dari para petani seluruh Indonesia. Jika ada kendala mengenai bansos beras, silahkan menghubungi Divisi Perencanaan Operasional dengan kontak 089619312409 atau langsung melalui website lapor.go.id atau tatap muka kepada Administrator SPP Bansos Pangan di pusat ataupun di daerah, seperti Dinas Sosial, TKSK, Perum Bulog atau Himbara setempat, melalui telepon, email, Facebook/Twitter, fax, surat, surat kabar, dan call center ataupun sms ke 1708,” pungkasnya. (my)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed