by

Jatanras Polda Metro Jaya Amankan 9 Penyelenggara dan 47 Saksi Kasus Memudahkan Perbuatan Cabul/ Pornografi

Jakarta, JNcom – Pengungkapan kasus yang dilakukan Jatanras Direskrimum Polda Metro Jaya berhasil mengungkap dan menangkap para pelaku untuk kasus dengan sengaja mengadakan dan menggunakan perbuatan cabul dengan orang lain atau melanggar UU Pornografi.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Drs. Yusri Yunus. Kejadiannya pada 28 Agustus 2020 lalu si salah satu apartemen di Jakarta Selatan. Tersangka yang diamankan ada 9 orang yang ditetapkan sebagai tersangka penyelenggaranya langsung pesta seks sesama jenis. Lobby Mainhall Ditreskrimum PMJ, Rabu (2/9/2020).

“Ada 47 orang dijadikan sebagai saksi dan masih didalami terus kasus ini karena akan dilakukan penahanan,” ucap Yusri Yunus.

Dikatakan Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Drs. Yusri Yunus,
Tersangka yang diamankan tersebut dengan perannya masing-masing adalah TRF sebagai penyelengaranya langsung pesta seks sesama jenis dan menyewakan kamar hotel juga menerima transfer bayaran kisaran Rp.150 – 350 ribu setiap peserta juga.memyesiakan makanan snack untuk para peserta.

BA seksi konsumsi, NA keamanan untuk memeriksa peserta masuk tidak boleh membawa senjata api dan senjata tajam juga narkoba. KG menjaga barang-barang para peserta berupa tas dan baju yang digunakan.

SP sebagai penyelenyelenggara dan menulis buku registrasi dan mengecek peserta telah melakukan transfer ke rekening TRF.

NM menjemput para peserta di lobi, A seksi konsumsi dan HW penjemput peserta di lobi untuk diantar ke acara. Untuk 47 lainnya adalah sebagai saksi karena sebagai peserta acara.

Tanggal 28 Agustus 2020 tim mendapatkan informasi dan dilakukan penyelidikan. Sehari setelahnya 29 Agustus 2020 melakukan penggerebekan dan penangkapan ditempat tersebut.

Didalamnya ditemukan 56 orang dimana 9 orang adalah penyelenggaranya dan 47 orang sebagai peserta.

Modus operandinya dengan sengaja para tersangka memudahkan perbuatan cabul dengan orang lain sesama jenis. Mereka semua adalah satu group dalam medsos yaitu group WA dengan komunitas Hot Space Indonesia yang berdiri sejak Februari 2018 dengan 150 anggota didalamnya, di IG dengan 80 followers anggotanya.

Dakam kegiatan tersebut dimana TRF melakukan dan membuat undangan sendiri untuk mengadakan pesta dengan persiapan satu bulan. TRF promosikan acara tersebut melalui groupnya di WA dan IG.

Dalam undangan tersebut kegiatannya adalah Kumpul-kumpul pemuda merayakan kemerdekaan. Diharuskan setiap peserta menggunakan dress code menggunakan masker merah putih.

Didalam komunitas mereka tersebut sebutan laki-laki adalah Top, perempuan adalah Bottom dan dua duanya adalah Vers.

Kode sebutan tersebut saat masuk acara akan dipisahkan mana yang Top, Bottom dan Vers. Karena pesta ini untuk membuat seperti suatun permainan atau game.

Hasil keterangan dari TRF, ybs pernah belajar di Thailand yang kemudian dipraktekkan dan berjalan sejak tahun 2018 lalu.

Pasal yang dipersangkakan adalah Pasal 36 dengan ancaman 10 tahun penjara, 296 KUHP dengan ancaman 1 tahun penjara, dan atau Pasal 33 Jo Pasal 7 UU No 44 Tahun 2008 dengan ancaman 15 tahun penjara.(Guffe).

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed