by

Lindungi Kesehatan Masyarakat, Badan POM Sinergi Pengawasan Produk AMDK

Jakarta, JNcom – Badan POM lembaga yang diberi amanah untuk melakukan pengawasan terhadap Obat dan Makanan, menilai air adalah komoditi yang krusial terhadap keamanan dan mutu obat dan makanan. Oleh karena itu Badan POM menginisiasi FGD terkait Peningkatan Penjaminan Keamanan dan Mutu Air dalam Rangka Peningkatan Kualitas Kehidupan.

Badan POM berinisiatif untuk melakukan terkait perkuatan sistem pengawasan di sepanjang rantai air dalam menjamin mutu dan keamanan produk Air Minum Dalam Kemasan (AMDK)

Kepala Badan POM RI, Penny K. Lukito mengungkapkan, Air minum normal yaitu air minum pasti mengandung logam yang bisa menghantarkan energi. Saya kira tidak bisa membandingkan beberapa air minum dalam kemasan. Ada 4 Produk Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) yaitu air mineral, air demineral, air embun dan air mineral alami. Saat dijumpai awak media disela-dela giat FGD bertempat di JS Luwansa Hotel Jakarta Selatan, Kamis (16/7/2020) siang.

“Keempat jenis AMDK tersebut tentunya berbeda kandungan parameter yang ada didalamnya dan itu tidak bisa dibandingkan karena air demineral tidak mengandung mineral tentunya untuk kebutuhan dari pasien
atau dari kebutuhan masyarakat yang memang tidak bisa meminum mineral tertentu karena aspek kesehatannya,” ucap Kepala Badan POM.

“Yang umum adalah air mineral tentunya mengandung kandungan mineral yang dibutuhkan oleh tubuh dan itu tidak bisa dijadikan alat untuk menjatuhkan pelaku usaha. Jadi adanya aspek kompetisi yang menjatuhkan pihak lain,” ujar Penny K. Lukito

“Dalam hal tersebut kami melihat bahwa edukasi pada masyarakat yang dikaitkan dengan air mineral dalam kemasan tersebut perlu kita tingkatkan. Yang akhirnya juga berkembang pencermatan, pemahaman terkait dengan industri produk AMDK tersebut banyak pihak yang terlibat,” tutur Penny K. Lukito

Lebih lanjut Kepala Badan POM, Penny K. Lukito mengungkapkan, Yang terlibat disini tidak hanya Badan POM saja, ada Kementerian Perindustrian, Kementerian Kesehatan, Kementerian Pekerjaan Umum yang dikaitkan dengan aspek penetapan standar, aspek sertifikasi yang mengeluarkan cara produksi pangan olahan yang baik, Ada SNI yang harus di refer, dan Badan POM yang memberikan ijin edar.

Proses tersebut akan kita cermati lagi bersama-sama yang tentunya dalam rangka melindungi masyarakat untuk terus memperkuat peran pemerintah dan lembaga lain dalam upayanya untuk memastikan AMDK tersebut memenuhi standar yang memang seharusnya ada didalamnya baik dari mulai diproduksi hingga pendistribusian dan sampai ke konsumen sinergi peran K/L dan Badan POM.

Edukasi pemahaman kepada masyarakat memang perlu kita sampaikan secara bersama-sama. Jadi ada standar yang juga akan terus direvisi, perbaiki karena banyak emerging issue yang dikaitkan dengan air baku dari asal dimana AMDK itu berasal dengan issuenya ada micro plastic, ada issue hal lain yang terkait dengan kekinian emerging issues yang akan menjadi masukan kita dalam melakukan revisi standar tersebut.

Penguatan dalam melakukan pengawasan baik premarket maupun postmarket dengan melakukan pengawasan berbasis risiko, penguatan laboratorium baik dari sisi pengembangan fasilitas dan peralatan laboratorium, serta metode penguji

Terkait dengan issue hoax sudah selesai, kamipun sudah banyak melakukan beberapa langkah, memeberikan penjelasan terkait jenis-jenis AMDK bahwa indormasi yang diberikan tersebut salah.

Kamipun juga sudah menindaklanjuti dengan melakukan penelusuran terhadap asal dari informasi tersebut
serta ada upaya yang kami lakukan terkait berita tersebut, ternyata dibalik itu ada juga jenis air minum brand tertentu yang sudah ilegal yang terlibat didalam proses produksi dari video hoax tersebut sehingga kami melakukan upaya yang dikaitkan dengan sanksi administrasi dan kami bisa melakukan langkah yang dikaitkan dengan penindakan dan itu berarti mendistribusikan atau mengedarkan AMDK tanpa ijin edar karena ijin edarnya sudah habis.

Itu adalah upaya pidana yang bisa kita lakukan bersama-sama dan juga
kepolisian sudah mengambil langkah-langkah pidana yang dikaitkan dengan tokoh yang melakkukan video hoax tersebut.

Ini adalah suatu kewaspadaan ataupun peringatan kepada siapapun yang melakukan hoax tidak akan dibiarkan karena sangat merugikan masyarakat tentunya membodohi masyarakat, menipu bahkan menjatuhkan pelaku usaha.

Hal tesebut adalah suatu kejahatan, dan saya minta menjadi kewapadaan ataupun warning terhadap para pembuat hoax, banyak sekali upaya-upaya hoax yang dilakukan di dunia
Industri pangan dan air minum, juga obat dan makanan.

Badan POM ada deputi penindakan yang bersama-sama dengan deputi pengawasan pangan sudah turun kelapangan untuk produknya karena kami terkait dengan produknya yang ternyata ilegal dan dari aspek pidana mengedarkan produk tersebut ilegal
dapat dimasukkan ke ranah pidana.

Ada tahapan yang bisa kami lakukan, yang jelas untuk sanksi administrasi itu bisa kami lakukan dengan menghentikan, menarik produk tersebut sehingga tidak diedarkan lebih jauh lagi.

Masyarakat agar berhati-hati yang dikaitkan dengan produk-produk tanpa ijin edar karena sangat banyaknya brand dan perusahaan AMDK. Jadi hati-hati juga jangan membeli produk dengan Cek Klik yaitu Cek Kemasan, Label, Ijin edar, Kadaluarsanya.

Juga CPPOB nya uga diperhatatikan hanya dibuat oleh fasilitas produksi yang tentunya memenuhi standar yang baik.

Dari sekian brand yang banyak tersebut itu pilihlah yang memang betul-betul mempunyai kredibilitas yang baik.

Kepala Badan POM mengajak masyarakat untuk tidak mudah terpengaruh oleh iklan/ promosi, berita, artikel, maupun video di media sosial yang menyesatkan. Apalagi terprovokasi dan turut menyebarkan informasi yang menyesatkan tersebut.

“Jadilah konsumen yang cerdas. Laporkan ke Badan POM jika menemukan/ melihat informasi yang menyesatkan atau meragukan. Mari bersama kita hentikan peredaran informasi menyesatkan,” tegas Kepala Badan POM menutup pernyataannya.

Di waktu yang berbeda, Ir. Rachmat Hidayat M.Sc. Ketua Asosiasi Perusahaan Air Minum Dalam Kemasan lndonesia (Aspadin) mengatakan, Berita hoax dengan. membandingkan dua jenis AMDK atau membandingkan beberapa kategori AMDK. Sekali lagi video tersebut tidak mendidik dan menyesatkan masyarakat.

“Yang berwenang akan hal tersebut adalah pemerintah dalam hal ini Badan POM karena diberi amamat oleh Undang-undang Pangan dan juga para pembuat informasi tersebut mereka harus berhati-hati karena mereka menyebarkan berita yang menyesatkan dan bisa juga terkena Undang-Undang ITE menyebarkan berita bohong dan mewujudkan ketakutan pada masyarakat yang akihirnya bisa memicu pada berhentinya mengkonsumsi,” ucapnya.

Lebih lanjut Ir. Rachmat Hidayat M.Sc. Ketua Aspadin menuturkan, Hal tersebut akan menjatuhkan industri yang mempekerjakan orang lokal sendiri, termasuk video hoax yang viral tersebut kami mengadukan ke Badan POM. Badan POM sangat luar biasa responsifnya dan kita benar-benar apresiasi kepada Badan POM,” ucap Ir. Rachmat.

Beberapa hari kemudian Kementerian Perindustrian pun menanggapi issue hoax tersebut.

Asosiasi mengadukan video hoax yang viral kepada pihak berwenang pemerintah dalam hal ini Badan POM.

Langkah hukum pemilik merk bisa saja kalau mereka melakukan tindakan hukum adanya pencemaran nama baik dan penyebarannya melalui UU ITE.

Kita mohon kepada masyarakat agar berhati-hati terhadap berita yang sifatnya sudah mendiskreditkan suatu pihak baik perusahahaan ataupun suatu merk jangan sembarangan menyebarkannya.

Kalau terkait dengan pangan olahan jangan ragu-ragu hubungi Badan POM. Badan POM akan langsung siap menjawab.

Seperti viralnya video hoax yang membandingkan 2 AMDK dimana kemasan yang satu dikatakan tidak aman. Bila dipercaya oleh masyarakat bisa mendiskreditkan dan menghancurkan reputasi yang sudah puluhan tahun dibangun. Badan POM selaku pengawas sudah memberikan ijin berarti sudah diusik reputasinya Badan POM.

Sertifikasi Nasional Indonesia (NSI) yang dikeluarkan oleh Kementerian Perindutrian juga Badan Standarisasi Nasional (BSN) juga diusik reputasinya oleh video tersebut.

Kami pelaku industri sangat berharap baik masyarakat, pelaku industri yang lain juga media benar-benar melakukan cek dan ricek kalau ada informasi seperti ini.(Guffe)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed