by

APPERINDO Tawarkan Kepemilikan Rumah Dengan 1/2 Harga Rumah Subsidi

Jakarta, JNcom – Rumah merupakan kebutuhan hidup setiap orang dengan kemampuan memilikinya yang berbeda-beda. Ada yang mempunyai kemampuan membangun sendiri, membeli perumahan dari pengembang baik secara tunai maupun secara kredit, dan ada pula yang membeli dengan fasilitas KPR.

Ketua Umum APPERINDO, Tukirin Suryo Adinagoro, SE menjelaskan, ada hal yang lebih besar yang perlu diberikan solusi untuk dapat memiliki rumah hunian yang layak dan terjangkau yaitu rumah type 36 bagi masyarakat yang mempunyai pendapatan terbatas yang hanya Rp. 3.000.000,- perbulan serta masyarakat yang pendapatannya tersisa tinggal sedikit, yang hanya mempunyai kemampuan angsuran maksimal Rp. 750.000,- perbulan (apabila KPR).

Masyarakat seperti ini, lanjut Tukirin, belum mampu membeli rumah dengan cara KPR Subsidi maupun KPR Komersil maupun membeli rumah dengan cara tunai bahkan sampai membangun sendiripun juga belum memiliki kemampuan. Dikarenakan keterbatasan pendapatan, keterbatasan gaji, keterbatasan sisa pendapatan, dan keterbatasan sisa gaji. Sampai dengan hari ini belum ada rumah ataupun perumahan yang dibangun oleh pengembang maupun oleh pihak selain pengembang yang layak dan terjangkau. Baik itu rumah type 36 KPR Komersil maupun rumah type 36 KPR Subsidi.

“Kami dari Asosiasi Pengusaha Perumahan Indonesia (APPERINDO) menawarkan konsep Bangun Rumah Bukan Bangun Perumahan, Beli Rumahnya Saja Tidak Perlu Beli Fasilitasnya, sehingga dapat menekan harga sampai dengan 1/2 dari harga rumah subsidi tanpa harus mengurangi kwalitas sedikitpun yakni rumah siap huni type 36. Kalaupun harus di KPR kan hanya cukup dengan angsuran maksimal Rp. 750.000,- perbulan,” ujar Tukirin, Sabtu (27/6/2020).

Lebih lanjut ia menjelaskan, didasarkan pada kebutuhan rumah masyarakat yang sangat membutuhkan rumah dengan kemampuan yang sangat terbatas terutama adalah pekerja informal, karyawan honor, honorer, pedagang kecil maupun karyawan, ASN, PNS, TNI, POLRI yang masih tinggal di rumah dinas milik Negara maupun yang masih tinggal di rumah dinas milik perusahaan serta yang masih mengontrak oleh karena pendapatan gajinya tersisa tinggal sedikit.

“Kami APPERINDO menawarkan konsep Rumah Type 36 hanya 1/2 Dari Harga Rumah Subsidi dan atau dengan KPR sebesar angsuran maksimal Rp. 750.000,- perbulan. Hal ini dapat diwujudkan apabila pembangunan dilakukan di atas tanah sendiri dan atau pembangunan dilakukan di atas tanah pemerintah/ Pemda yang sudah lengkap dengan fasilitas,” jelasnya.

Konsep ini, tambah Tukirin, akan memiliki banyak nilai positif diantaranya adalah harga yang sangat terjangkau, angsuran yang sangat terjangkau oleh seluruh elemen masyarakat bawah terutama masyarakat yang berpenghasilan kecil, berpenghasilan tinggal sedikit, pekerja informal, karyawan honorer, honorer, dan pedagang kecil sehingga dapat mewujudkan kepemilikan rumah yang layak dan terjangkau.

Selain itu, nilai positif yang lain yakni dapat menekan dan menahan adanya pertumbuhan Urbanisasi memungkinkan adanya Ruralisasi memadatkan area permukiman penduduk dalam kota, memadatkan area permukiman penduduk pinggiran kota, memadatkan area permukiman penduduk pedesaan, memadatkan area permukiman penduduk perkampungan, meningkatkan pembangunan dan perekonomian daerah pedesaan dan perkampungan. Serta yang paling utama adalah dapat menekan dan mengurangi kebutuhan lahan yang dapat menyebabkan hilangnya lahan-lahan pertanian, dan atau berkurangnya lahan-lahan pertanian. (red)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed