by

LMPP Akan Demo Kedubes Cina di Jakarta Tuntut Nasib ABK Indonesia

Jakarta, JNcom –  Menindak lanjuti perbudakan dan eksploitasi pada medio desember 2019, Maret 2020 dan terbaru 6 Mei 2020 terhadap 14 ABK Indonesia yang bekerja di 3 kapal berbendera Cina salah satunya Long Xing 629 terdapat 3 korban meninggal akibat dilarung kelaut. Tak pelak Pemerintah Indonesia bergerak cepat, Presiden Jokowi menugaskan tiga instansi terkait untuk merespon tragedi kemanusian bahkan cenderung melanggar HAM.

Untuk itu Mabes LMPP mendukung respon Pemerintah dengan bergerak cepat.

“Saya mengapresiasi pihak Polri yang responsif dengan memeriksa beberapa ABK untuk menggali informasi yang sebenarnya meskipun 14 ABK dalam masa karantina kedepan,”ujar Yusad Regar selaku Ketum Mabes LMPP kepada sejumlah media termasuk JURNALNUSANTARA.COM di Jakarta, Selasa (12/05/2020).

Menurut Yusad tak sampai dua pekan pemerintah Indonesia akan melakukan tindakan konkrit hukum selanjutnya. “Apabila pemerintah Cina tidak meminta maaf dan tidak bertanggung jawab atas tragedi tersebut.Mabes LMPP akan mendemo kedubes Cina di Jakarta,”terangnya.

Ditempat yang sama Ade Muhamad Nur,SH, MH sebagai Sekjen LMPP mendukung tiga instasi pemerintah baik Kepolisian, Menlu dan Kementrian kelautan.”Janji Kemenlu untuk menegosiasi dengan pihak pengusaha Cina terkait gaji ABK selama 13 bulan akan dipenuhi tentu harus kita kawal sampai tuntas,”ujar Ade Muhamad Nur yang juga Sekjen Peradmi.

Belum lagi tamab Ade pihak Menteri Kelautan dan Perikanan akan mengupayakan pekerjaan tetap terhadap 14 ABK. “Kebijakan ini harus kita dukung,”tuturnya.

Dikatakan Ade selain tuntutan hak-hak pekerja juga harus diperhatikan psikis para ABK terlebih dari aspek hukumnya .’ini perlu diperhatikan agar mental dan jiwa bisa segera pulih,”tandasnya.(han)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed