by

Niat Baik Omnibus Law Belum Difahami Sepenuhnya

-Nasional-192 views

Jakarta, JNcom – Akademisi Dedi Umasugi, SH, MH, mengatakan Omnibus bukanlah barang langka, sudah ada sejak tahun 1886 di Jerman jauh sebelum Indonesia merdeka. Omnibus law di buat untuk menyederhanakan UU menjadi satu dengan tujuan menangani perkara dengan tepat dan langkah konkret.

Menurutnya, niat baik Omnibus Law untuk kesejahteraan buruh, seringkali menghadapi hambatan dari Konfederasi dan Mahasiswa yang cenderung hanya ikut gerakan-gerakan buruh saja tetapi tidak mengerti esensi dari Omnubus Law Cipta Kerja.

“Mahasiswa kalau cinta dengan buruh, maka harus mendukung omnibus dengan catatan pasal-pasal yang merugikan dikoreksi. Apabila ada gerakan gerakan mahasiswa yang mau membantu buruh sangat baik tapi jangan memeras buruh. Oleh karenanya Kita harus kawal omnibus law dengan pasal-pasal yang krusial untuk kesejahteraan buruh,” ungkapnya dalam diskusi publik yang dilakukan oleh Gerakan Muda Mahasiswa Islam (GEMMI) Ciputat, dengan tema “Sosialisasi Omnibus Law RUU Cipta Kerja untuk Kesejahteraan Masyarakat”.Kamis, (26/3/2020) di Cofe Imsomniak, Ciputat, Tangsel, Banten.

Sementara itu, Rahmad Syarif SH, MH, mantan Presma UNJ 2017-2018/Asisten dosen di UNJ menilai Konfederasi hanya memainkan bargaining position bukan membela buruh padahal Omnibus law ini tujuannya untuk menciptakan tenaga kerja dan mengurangi angka pengangguran dengan upaya merealisasikan UU Cipta Kerja.

“Upaya menciptakan lapangan pekerja dan meminimalisasi pengangguran harus kita dukung. Omnibus Law Cipta Kerja dan Perpajakan harus kita dukung sehingga Indonesia jadi negara yang kuat masyarakatnya bisa menikmati kehidupan yang layak,” ujarnya. (red)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed