by

ITUC-AP Desak Pemerintah Indonesia Cabut Omnibus Law

-Nasional-326 views

Jakarta, JNcom – Konfederasi Serikat Buruh Internasional – Asia Pasifik (ITUC-AP) bersama KSPI dan KSBSI mendesak pemerintah Indonesia untuk segera mencabut Rancangan Undang-undang (RUU) Omnibus Law yang diusulkan dan menyerukan konsultasi terbuka dan konstruktif dengan mitra sosial dalam menyusun RUU yang diusulkan tersebut.

“Kami mengetahui bahwa usulan RUU Omnibus Law Cipta Kerja ditentang oleh kaum buruh/pekerja di Indonesia dan mendapat kecaman keras karena dilakukan tanpa konsultasi dengan serikat buruh/pekerja,” ujar Sekjen ITUC-AP, Shoya Yoshida dalam jumpa pers di Jakarta, Rabu (11/3/2020).

Menurutnya, RUU Omnibus Law Cipta Kerja akan mengarah pada fleksibilitas yang lebih besar dan mengurangi kesejahteraan buruh/pekerja secara signifikan. RUU ini juga dinilai akan melemahkan upah minimum, ketentuan penting terkait pembayaran pesangon akan dihapus, menghapus batasan terhadap penggunaan berlebihan perjanjian kerja waktu tertentu untuk pekerjaan yang bersifat permanen, menyebabkan resiko kesehatan dan keselamatan yang signifikan, konsultasi dengan serikat akan dihapus, menghapus batasan untuk outsourcing buruh/pekerja dan perlindungan skema kesehatan dan pensiun.

“Setiap amandemen yang diusulkan seharusnya tidak boleh mengurangi hak dan manfaat yang sudah dijamin oleh peraturan perundang-undangan,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden KSPI, Said Iqbal mengatakan, kehadiran ITUC-AP ke Indonesia mengisyaratkan agar pemerintah Indonesia harus bersungguh-sungguh menjaga keseimbangan antara kepentingan buruh dan pengusaha.

“Pesan kami sudah jelas untuk menghentikan Omnibus Law Cipta Kerja,” tegas Said Iqbal.

Sementara itu, KSBSI menilai Omnibus Law Cipta Kerja harus tetap dibatalkan. Ada 3 aspek yang akan berdampak yaitu aspek filosofis, sosiologi dan yuridis. Tuntutan ini harus dilakukan secara bersama-sama karena akan merugikan generasi pekerja yang akan datang. (red)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed