by

PKS Tak Setuju Parliamentary Threshold Naik Tujuh Persen

-Politik-353 views

Jakarta, JNcom – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tidak setuju ambang batas parlemen atau parliamentary threshold (PT) dinaikkan menjadi 7%. Pasalnya, akan banyak rakyat yang tidak terwakili jika parliamentary threshold menjadi 7%.

“Kami setuju untuk dinaikkan, tetapi kalau tujuh persen akan terlalu banyak rakyat yang tidak terwakili. Kalau rakyat tidak terwakili, nama DPR Dewan Perwakilan Rakyat tidak tepat,” ujar Wakil Ketua Majelis Syuro PKS Hidayat Nur Wahid di Jakarta, Selasa (10/3/2020).

Menurut dia, jika parliamentary thresholdterlalu tinggi akan banyak rakyat yang tidak terwakili di DPR. “Jangan kan 7 persen, 6 persen saja masih sulit,” kata Wakil Ketua MPR ini.

Maka itu, dia menilai idealnya jika parliamentary thresold ingin dinaikkan maka cukup menjadi 5%. “Kalau lima persen itu nanti akan memungkinkan keterwakilan yang lebih luas, dan wakil dengan cara itu maka keinginan untuk kemudian mengkonsolidasikan demokrasi bisa tetap bisa tercapai,” ujar pria yang biasa disapa HNW ini.

Kendati demikian, dia memahami setiap partai politik mempunyai hak untuk mengusulkan. “Pada akhir nanti akan dibahas di DPR, tetapi PKS punya opsi yang lain,” tuturnya.

Sebelumnya diberitakan, parliamentary threshold (PT) naik menjadi 7% merupakan usulan Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh dalam pertemuannya dengan Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto, kemarin. Airlangga pun mengatakan Partai Golkar mendukung usulan tersebut. (SR)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed