by

Jadikan Jakarta Bersih Dengan Sosialisasikan Pergub 142/2019.

Jakarta, JNcom – Sinergy anatara lembaga dians perumda PD pasar jaya dan Dinas Lingkungan Hidup dan Tabloid Bongkar mengadakan diskusi publik bertemakan “Jakarta Bersih Dari Sampah Plastik” yang bertempat Di Gedung Joeang 45 Bilangan Jakarta Pusat, Jumat (28/2/2020).

Narasumber yang hadir adalah Dedy selaku Kepala Bidang Pengawasan Dinas Lingkungan Hidup Pemrov. DKI Jakarta, Manto yang saat ini menjabat Corporate Secretary Perumda Pasar Jaya, dari kodam dan polres jakarta pusat RT RW dan para peserta diskusi dari warga daerah jakrta puast dan sekitatnya.

Pemred Tabloid Bongkar Johnnie Prianto dalam sambutannya mengatakan diskusi publik terkait sangat penting untuk diadakan terutama setelah diterbitkannya Pergub No. 142 Tahun 2019 tentang Kewajiban Penggunaan Kantong Belanja Ramah Lingkungan.

“Dari Sekda DKI Jakarta sudah meminta agar dikirimkan dokumentasi dan resume terkait acara diskusi ini. Bagi kami ini menjadi sinyal bahwa Pemerintahan Provinsi DKI Jakarta sendiri menganggap penting tema dari diskusi publik hari ini,” ujar Johnnie.

“Semoga kegiatan ini menjadi kegiatan yang positif bagi masyarakat, karena kantong plastik ini menjadi salah satu sampah yang berserakan pada saat kejadian banjir di kota Jakarta kemarin. Dan masalah sampah kantong plastik ini menjadi perhatian dari Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta dan dinas terkait lainnya,” pungkasnya.

Sementara itu Dedy mengemukakan bahwa kandungan sampah kantong plastik ini sangat berbahaya bagi lingkungan dan kesehatan masyarakat karena ada jenis kantong plastik hitamyg mengandung residu bila tidak terurai akan mencemari Lingkungan dan dampak limbah sampah plastik berbahaya bagi kesehatan bisa menimbulkan penyakit canser.

“Kantong plastik mengandung materi yang berbahaya bagi lingkungan dan kesehatan. Jadi terbitnya Pergub No. 142 Tahun 2019 jelas untuk melindungi warga itu sendiri, dan meminimalisasi penggunaan sampah kresek dengan kantong yang ramah lingkungan,” kata Dedy.

selanjutnya Manto mengatakan Pasar Jaya sendiri sudah gencar melakukan sosialisasi terkait Pergub No. 142 Tahun 2019.

“Bersama dinas terkait kami melakukan kampanye kepada masyarakat lewat Media Massa dan Media Sosial. Tujuannya untuk mengurangi pemakaian kantong plastik dengan kantong yang ramah lingkungan. Selain kepada masyarakat, sosialisasi penggunaan kantong ramah lingkungan ini juga kami lakukan ke pasar-pasar, dan para pedagang dalam naungan Pasar Jaya. Kepada masyarakat kami himbau mereka bawa kantong plastik sendiri saat berbelanja,”ujarnya.

Menurut Manto, Provinsi DKI Jakarta menjadi pionir pelarangan sampah kantong plastik di Indonesia.

“Dengan berlakunya Pergub No. 142 Tahun 2019 diharapkan penggunaan kantong plastik semakin berkurang terutama dalam pasar dan pusat perbelanjaan di wilayah Jakarta. Saat ini kita sedang menggodok SOP terkait pengawasan dan penindakan pemakaian kantong plastik. Kebijakan ini akan diterapkan secara konsisten terutama kepada pusat perbelanjaan, pedagang yang masih menjual kantong plastik kepada tenant atau pelanggannya,Ada sangsi yg akan di berlakukan dan kita juga buka sesi pengaduan untuak masyarakat dan warga.dan bila ada warga yg melanggar di kenakan denda sangksi yg berlaku.harapan kedepanya dengan adanya frogram pemerintah dgn jelas pasti warga akan taat pada peraturan dan menjalankan sesuai dgn perda. Diskusi di tutup dengan doa dan ramah tamah anatara sesama peserta acara berjalan dgn lancar.(Barley)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed