by

Tim Advokasi Garda NTT Datangi Itwasum Mabes Polri Terkait Kasus Ansel

-Nusantara-327 views

Jakarta, JNcom – Gerakan Patriot Muda Nusa Tenggara Timur (Garda NTT) kembali mendatangi Mabes Polri terkait lambannya proses pengusutan kasus kematian Anselmus Wora pada 31 Oktober 2019 lalu. Kali ini mereka memasukan pengaduan ke Inspektorat Pengawasan Umum Kepolisian Negara Republik Indonesia dilengkapi dengan data-data kronologis kematian korban.

Sekjen Garda NTT, Marlin Bato dalam pengantar dialog dengan Itwasum Polri Kombes Pol Sam Yulianus Kawengan meminta Mabes Polri memberi atensi khusus terkait kasus kematian Ansel. “Kami minta bapak Itwasum Mabes Polri memberi atensi khusus. Karena masyarakat mulai resah saling curiga, pelakunya masih berkeliaran oleh karena belum ditangkap,” ujarnya, Selasa (18/2/2020).

Sementara itu, Ketua Umum Garda NTT Yons Ebit mengemukakan pandangan yang sama terkait penanganan proses perkara ASN Ende yang diduga dibunuh menimbulkan suasana kebatinan masyarakat tidak kondusif. Ebit mengatakan, ada ketakutan publik jika kasus ini tidak segera diselesaikan. Namun demikian, dirinya menegaskan tetap mendukung kerja-kerja aparat kepolisian. Karena itu, ia berharap kasus ini bisa diambil alih Mabes Polri.

“Kita tahu bahwa suasana sosial dan kebatinan masyarakat di NTT khususnya di Ende. Ada ketakutan publik, jika kasus ini tidak segera diselesaikan, maka ada kemungkinan konfilik-konflik horisontal bisa terjadi. Kita tetap mendukung kerja-kerja polisi. Karena itu kami minta agar kasus ini segera diambil alih mabes polri”, pungkas Ebit.

Itwasum Polri Wilayah V Kombes Pol. Sam Yulianus Kawengan saat mendengar pengaduan Garda NTT langsung merespon cepat dengan menelepon Wadireskrimum Polda NTT Anto Christian Nugroho melalui ponsel pribadinya. Dirinya meminta kasus ini ditangani dengan serius. Kepada Kombes Sam, Wadir Anton menjelaskan dirinya menangani langsung kasus ini.

Dia mengatakan, pengusutan kasus kematian dipastikan tetap berjalan namun perlu ekstra hati-hati sehingga prosesnya agak lamban. Kendati lamban, Wadir Anton berjanji, akan terus mendalami siapa saja yang terlibat dalam pembunuhan Anselmus Wora.

Dia mengakui, memang tidak mudah mengungkap kasus ini karena berbagai faktor. Menurut dia, kasus ini juga berpotensi adanya saling keterkaitan sehingga proses penyidikan kasus ini beserta otopsi belum bisa dipublikasikan. Kepada Wadireskrimum Anton, Kombes Sam Yulianus meminta agar proses pengungkapan kasus ini dipercepat agar tidak menimbulkan keresahan.

“Saya akan terus memonitor kasus ini. Persoalannya cuma karena berhati-hati saja. Karena ada berbagai faktor. Kalian dengar sendiri toh.. Tapi saya tetap monitor kasus ini”, imbuhnya. (red)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed