by

Me miles: Bisnis Investasi Atau Aplikasi.

  1. Jakarta, JNcom – Forum Komunikasi Memiles Nusantara (FKMN) menggelar diskusi publik dengan tema Me miles “Bisnis Investasi atau Aplikasi” dengan pembicara Dr Ahmad Yani (Mantan komisi 3 DPR RI), Dr Syahganda Nainggolan, David Okta (Ketum FKMN), Jordy wong Shidarta (Digital Marketing Ekspert) dan Dr chudry Sitompul (guru besar ahli hukum pidana UI. Turut hadir dalam acara itu Salamudin Daeng sebagai pengamat ekonomi UBK.

Me miles yang disebut sebagai aplikasi menghebohkan Indonesia, Perkaranya sederhana yaitu investasi ini dianggap bodong. Hanya dalam waktu delapan bulan, Me-miles telah berhasil meraup uang dari anggotanya sebanyak 750 Milyar. Dalam rangka membedah kasus ini, FKMN mengelar diskusi Publik.

David Okta, Ketua Umum FKMN dalam pidato pembukaan mengatakan Forum ini dibentuk secara dadakan untuk kepentingan 270.000 member. “Kita berjuang bersama untuk kelanjutan dan menyelamatkan Memiles,” ujarnya, Sabtu (8/2/2020) di Jakarta

Prof Dr Chudry Sitompul mengatakan masalah me miles harus dijelaskan secara rasional, apalagi dalam kasus ini sesuai berita yang beredar ada kemungkinan diterapkan tindak pidana pencucian uang (TPPU) ini semakin menambah persoalan baru lagi.

“Ini berarti harus dapat dijelaskan bahwa bonus atau reward yang diterima mereka itu adalah uang illegal. Mereka yang telah menerima bonus dan sejenisnya itu adalah bagian integral dari perbuatan kejahatan, itu berarti harus dapat pastikan bahwa usaha ini illegal,” jelas Dr Chudry Sitompul di sela sela diskusi di Jakarta kepada Jurnal Nusantara.

Menurutnya, yang paling penting adalah apakah orang orang ini benar-benar mendapat bonus atau apapun namanya dari uang top up, masuk ke dalam rekening perusahaan yang menyelenggarakan aplikasi investasi itu? Pangkasnya. (yudi)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed