by

Soal Perlindungan Gambut, Sanksi Pemerintah Dinilai Tidak Tegas

-Nusantara-634 views

Jakarta, JNcom – Sepanjang 4 tahun terakhir, perusahaan tidak melakukan kewajibannya merestorasi gambut dan pemerintah pun tidak memberikan sanksi. Ini menunjukkan lemahnya pengawasan dan penindakan dari pemerintah atas pelanggaran yang terjadi. Penilaian tersebut disampaikan Okto Yugo Setyo, perwakilan Jikalahari menyikapi kondisi terkini terkait perlindungan gambut di Indonesia, Senin (20/1/2020) di Cikini, Jakarta Pusat.

Sebagaimana diketahui bahwa sejak November 2018 hingga November 2019, koalisi 9 CSO se-Indonesia melakukan pemantauan langsung di 7 provinsi berkaitan dengan implementasi perlindungan gambut di konsesi perusahaan HTI dan Sawit, kondisi eksisting lapangan di areal target alokasi landswap serta kajian dan analisis berkaitan dengan keuangan berkelanjutan yang diterapkan lembaga pendanaan untuk 8 grup perusahaan HTI di Indonesia.

Disisi lain, kata Okto, Pemerintah juga tidak transparan mempublikasikan implementasi perlindungan dan pengelolaan ekosistem gambut yang dilakukan oleh perusahaan. Dari sisi regulasi, ada Kontradiksi Peraturan nomor 62 tahun 2019 dengan PP 26 tahun 2008 tentang rencana tata ruang wilayah nasional dan permen kehutanan no 19 tahun 2014.

Oleh karena itu, KLHK diminta mempublikasikan daftar areal perusahaan yang diambil alih oleh pemerintah karena arealnya terbakar pada tahun 2015, daftar areal perusahaan terbakar dan luasan areal terbakar serta pemilik perusahaan, daftar RKU RKT yang telah direvisi perusahaan dan disetujui KLHK, Laporan upaya restorasi dan luasan restorasi gambut yang telah dilakukan perusahaan, Laporan penanganan terhadap koorporasi yang melakukan penanaman di areal bekas terbakar atau yang tidak melakukan upaya restorasi, dan Laporan penanganan konflik masyarakat dengan perusahaan.

“Kami minta Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan memberikan sanksi berupa pencabutan izin terhadap perusahaan yang telah melakukan pelanggaran terhadap upaya perlindungan dan pengelolaan ekosistem gambut terutama di areal bekas terbakar dan di areal gambut dengan kedalaman lebih dari 3 meter,” ujarnya. (red)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed