by

STIH Dharma Andigha Cetak Lulusan Dari Lurah Sampai Gubernur

-Metropolitan-1,114 views

Jakarta, JNcom – Ketua Yayasan STIH Dharma Andigha, Rizal Munir mengutarakan, lulusan STIH didominasi berprofesi sebagai penegak hukum atau pengacara. Menurut Rizal Munir yang tak lain pimpinan Sekolah Ilmu Tinggi Hukum (STIH) Dharma Andigha melalui database tercatat sebanyak 70% mahasiswa bergelut dididang hukum.

“Alhamdulillah selama ini alumni-alumninya sudah banyak berkiprah baik di lawyernya maupun dipemerintahannya sudah ada. Jadi, perbandingannya hitungan di dalam database saya lebih dari 70% yang sekitar 20% nya dikepolisian. Dipemerintahkan baik di lembaga pemasyarakatan maupun di jaksa juga ada,” ujar Rizal Munir selaku ketua Yayasan STIH Dharma Andigha kepada JURNALNUSANTARA.COM disela- Sela wisuda sarjana belum lama ini di Cibubur, Jakarta Timur.

Kemudian, dia merinci kembali mahasiswa lulusan ilmu hukum di Dharma Andigha sejak kepemimpinannya dimulai dari tahun 2015 lalu pun mencetak para mahasiswa menjadi kepala daerah. Untuk Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) Dharma Andigha itu sendiri berdiri pada tahun 2003 lalu terdapat di Jalan Sholeh Iskandar, Tanah Sereal Kota Bogor, Jawa Barat

Terlebih, dia mengatakan alumni-alumni yang pernah duduk dikampus hukum tersebut kini diketahui banyak mengisi kursi pimpinan mulai dari kepala desa, politisi hingga Gubernur.

“Kalau jadi Bupati tuh sekitar belasan orang. Kalau yang jadi Gubernur seingat saya ada yang dua kalau kepala desa tidak terhitung. Jadi camat dan di DPR,” tuturnya.

Dalam kesempatan yang sama, Prof. Dr., Suhendar SE., SH., LLM mengatakan terkait hukum di Indonesia sudah sesuai dengan tatanan. Kata dia, sebagai akademisi di Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Dharma Andigha tak lain menciptakan tenaga-tenaga profesional sesuai ketentuan Kemedikti.

“Saya rasa hukum di Indonesia sudah pada tatanan yang ada, kita sebagai akademisi hanya membuat cetakan-cetakan sarjana hukum sesuai dengan keputusan Kemendikti. Saya kira itu saja, tidak boleh keluar koridor yang sudah ditentukan Kemedikti,” papar Suhendar yang juga Wakil ketua Bidang Administrasi Umum dan Marketing.

Kualitas maupun kompetensi sempat disinggung oleh Ketua I Bidang Akademik untuk menunjang kebutuhan ilmu hukum terhadap masyarakat.

“Kami bicara kualitas kita tentunya akan berupaya meningkatkan kualitas tentunya berkaitan dengan produk-produk itu, harus ke depannya berbau kompetensi. Untuk produk ini yang namanya dengan kompetensi industri hukum itu harus bisa mencetak melahirkan dalam bidang hukum tentu menunjang berbagai kebutuhan masyarakat,” terang Raden Adnan.

Lebih lanjut, dia mengungkapkan untuk di STIH Dharma Andigha sendiri sudah melebihi rasio target. Dengan demikian, harapan dia selain sarana dan prasarana peran terpenting para alumni dapat menentukan kedepannya.

“Salah satu bukan bidang akademik sarana dan prasarana termasuk itu peran daripada alumni-alumni itu yang akan menentukan kedepannya. Sudah melebihi rasio target sudah melebihi dari cukup,” tandasnya. (han)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed