by

GPI Akan Menggelar Aksi Terkait Uighur dan Kasus Novel Baswedan

-Nasional-703 views

Jakarta, JNcom – Gerakan Pemuda Islam (GPI) berencana akan melakukan aksi di dua lokasi dengan dua isu yang berbeda pada Jumat pekan ini. Kedua aksi tersebut akan digelar masing-masing di kantor perwakilan Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) di Jakarta terkait persoalan Uighur dan Mabes Polri dalam rangka menagih janji Kapolri dalam penanganan kasus Novel Baswedan.

Ketua PW GPI Jakarta Raya, Rahmat Himran menilai terlihat ada ketidaksukaan dari pemerintah RRC warga muslim Uighur dalam menjalani proses kehidupan. Oleh karena itu, GPI bersama ormas lainnya akan memprotes perlakuan yang dinilai melanggar hak asasi manusia (HAM).

“Kami bersama ormas lainnya akan melakukan aksi di kantor PBB sebagai bentuk kepedulian GPI menyikapi persoalan persekusi dan penyiksaan terhadap muslim Uighur yang dilarang beribadah oleh pemerintah RRC,” tegas Himran dalam jumpa pers di Markas GPI, Menteng, Jakarta Pusat.

Persoalan lain, kata Himran, GPI mengingatkan Kapolri terkait janji yang akan menuntaskan kasus novel Baswedan pada awal Desember, sementara ini sudah akan memasuki tahun baru belum selesai juga. Padahal Jokowi juga telah menekankan agar kasus tersebut dituntaskan namun faktanya terkesan mengambang.

“Ada apa sebenarnya terkait janji yang telah dikemukakan tersebut,” ujar Himran.

Hal senada diungkapkan Sekjen pimpinan pusat gerakan pemuda Islam, Diko Nugraha. Dalam persoalan ini, kata Diko, GPI harus bersikap karena sudah melihat dan mendengar dua persoalan tersebut.

“Kami harus menyikapi soal kerukunan umat sedunia saat ini yang dicederai oleh pemerintah RRC. Kami sebagai penduduk mayoritas wajib melindungi kelompok minoritas. Kami sangat mendukung pemerintah jika memberikan perhatian terhadap pelanggaran HAM ini,” ungkap Diko.

GPI, tambah Diko, menyikapi soal janji Kapolri, juga meminta agar Kapolri mentaati perintah presiden. GPI sangat mendukung presiden agar segera memerintahkan agar menegakkan supremasi hukum termasuk kasus novel Baswedan. “Ini bukan soal suka dan tidak suka, namun rakyat Indonesia melihat langsung janji Kapolri,” pungkasnya. (red)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed