by

Sistem Demokrasi Indonesia Dinilai Masih Mengalami Kemunduran

-Nasional-725 views

Jakarta, JNcom – Dosen Politik & Pemerintahan FISIP Undip, Wijayanto PhD menilai, kondisi demokrasi di tahun 2020 diprediksi mengalami kemunduran yang lebih disebabkan karena mengabaikan nilai-nilai yang mendukung demokrasi itu sendiri. Hal ini dibuktikan misalnya dengan adanya upaya pelemahan dan serangan secara masif terhadap KPK di ruang publik digital. Selain itu juga adanya upaya pelemahan terhadap gerakan sipil dan mahasiswa.

“Ada propaganda seolah-olah KPK harus diawasi dan sebagainya. Mereka yang mencegah pelemahan KPK justru yang muncul adanya teror yang ditujukan kepada para akademisi. Proses pelemahan demokrasi ini akan berujung kepada ileberal demokrasi dimana aktor-aktornya tidak mendukung sepenuhnya terhadap nilai-nilai demokrasi,” jelas Wijayanto dalam diskusi publik LP3ES, Sabtu (21/12/2019) di pasar Minggu Jakarta Selatan,

Menurutnya, catatan-catatan tersebut merupakan hal yang tidak lazim didalam negara demokrasi bahwa ada upaya penyempitan secara sistematis bagi masyarakat sipil untuk berdiskusi dan menyampaikan aspirasi mereka di ruang publik

Hal senada disampaikan Pakar Ekonomi, Prof. Didik J Rachbini, M.Sc, Ph.D, bahwa sistem demokrasi formal yang telah berjalan secara prosedural memang tidak terbantahkan sebagai negara besar yang menjalankan demokrasi, namun demokrasi Indonesia sebenarnya sedang mengalami degenerasi, aus, dan tidak mencerminkan nilai-nilai demokrasi yang sejati.

“Kekuatan oligarki dan memberangus pihak yang berbeda pendapat merupakan gejala yang muncul dari sistem demokrasi yang mengalami degenerasi, aus dan punah. Praktik semacam ini mirip dengan yang dilakukan pemerintah orde baru,” pungkasnya. (red)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed