by

Langkah Dagang Indonesia dalam Kompetisi Perdagangan Global

Jakarta, JNcom – Presiden Joko Widodo kembali menggaungkan penguatan infrastruktur sebagai salah satu prioritas kinerja di periode kedua masa pemerintahannya. Penguatan infrastruktur tentu harus dibarengi penguatan pertumbuhan ekonomi nasional maupun regional sebagai pendukung. Upaya pembangunan ekonomi inklusif dan berdaya saing menjadi strategi pertumbuhan ekonomi Indonesia di tengah gejolak perekonomian global.

Belum adanya “bendera putih” dari perang dagang Amerika Serikat dan Tiongkok, juga kecenderungan negara mitra dagang yang lebih protektif turut andil dalam dinamika perekonomian global yang saat ini tidak stabil.

“Dinamika perekonomian global tentu saja berpengaruh pada dinamika perekonomian suatu negara maupun pelaku ekonomi lainnya, termasuk Indonesia.” jelas Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Sosial dan Kemanusiaan LIPI, Tri Nuke Pudjiastuti, dalan acara seminar nasional bertema Dinamika dan Tantangan Indonesia Dalam Perekonomian Global, Kamis (12/12/2019) di LIPI, Jakarta.

Nuke menjelaskan, peran dan posisi perekonomian Indonesia dalam kancah global bisa dilihat dari berbagai aspek seperti investasi, industri, perdagangan yang merupakan tiga aspek utama dalam membangun perekonomian Indonesia baik di pasar domestik maupun global.

“Perdagangan bisa mcningkat ketika industri tumbuh dengan baik; sementara itu, membaiknya indusn’i nasional juga ditentukan oleh investasi yang ada.” lanjut Nuke.

Kepala Pusat Penelitian Ekonomi LIPI, Agus Eko Nugroho, mengungkapkan, kondisi perdagangan global yang mulai diwamai dengan isu dan kebijakan yang lebih protektif oleh sejumlah negara mitra dagang bisa mempengaruhi peta hubungan ekonomi dan perdagangan dunia.

“Peran diplomasi ekonomi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat telah menj adj prioritas utama bagi banyak negara di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia,” terang Eko.

Eko menambahkan, pemerintah Indonesia hendaknya menitikberatkan, mengembangkan, dan memaksimalkan potcnsi. dagang pada produk yang bemilai tamhah lebih tinggi, dengan jangkauan pasar yang lebih luas dan beragam. “Pembangunan ekonomi yang inklusif dan berdaya saing bisa menjadi pilihan untuk terus meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia dengan lebih mengikutsertakan masyarakat untuk aktif dalam kegiatan ekonomi,” papar Eko. (red)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed