by

20 Tahun Reformasi, Pengamat : Pemberantasan Korupsi Semakin Menipis

-Nasional-95 views

Jakarta, JNcom – Direktur Eksekutif Center for Social Political Economic and Law Studies (Cespels), Ubedilah Badrun mengatakan penggunaan diksi reformasi dikorupsi memerlukan argumen kokoh.

Menurut dia, reformasi menginginkan perubahan politik secara bertahap. Ubedilah menegaskan, faktanya selama 20 tahun usia reformas, praktik korupsi, kolusi dan nepotisme tidak menjadi hilang.

Belum lagi praktik oligarki politik yang menghantui proses demokrasi yang berkembang saat ini. “Lalu Indonesia setelah 20 tahun mengalami dinamika yang terjadi secara cepat, korupsi, kolusi, nepotisme (KKN) tetap terjadi sehingga harapan terhadap pemberantasan korupsi semakin menipis,” ujar pria yang biasa disapa Ubed ini dalam diskusi peringatan hari antikorupsi bertajuk Reformasi Dikorupsi di Balai Pustaka, Matraman, Jakarta Timur, Senin (9/12/2019).

Ubed melanjutkan, apakah betul reformasi telah dikorupsi? Menurut dia, untuk menjawab diksi tersebut maka dengan penyajian data.

Ubed mengatakan, data yang bisa dijadikan rujukan adalah mengenai adanya 600 kasus korupsi yang ditangani KPK dalam setahun.

“Datanya adalah hampir 600 kasus korupsi. Kalau dirupiahkan kerugian negara itu mencapai Rp200 triliun lebih setiap tahun,” ungkapnya.(SR)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed