by

P2CI Bekerja Secara Manusiawi dan Tidak Melanggar Hukum

Jakarta, JNcom –  Setelah beberapa tahun vakum Perkumpulan Profesioanal Colletion Indonesia (P2CI) adakan Milad guna menyambung silahturahmi dan menyatukan visi misi.

Dalam sambutannya Ketua Umum P2CI, Jhon Hasyim mengatakan bahwa kehadiran dan partisipasi rekan-rekan pengurus dan anggota P2CI dalam milad P2CI ini sungguh sangat berarti demi kemajuan organisasi Profesi yang kita banggakan ini dapat berjalan dengan baik dan Maju sukses dalam masa depan bersama kita bisa karena P2CI lahir dari kita dan untuk kita bersama.

“Kita mencoba membangun kembali P2CI seperti awal kita berjuang mendirikan organisasi P2CI ini sebagai tempat berlindungnya para pekerja Profesional Collection yang memang untuk saat ini kami rasakan sepertinya negara belum hadir malah belum menyentuh, padahal mereka para Profesional Collection adalah pekerja yang taat membayar pajak, karena salah satu syarat mereka bekerja di perusahaan pembiayaan tersebut harus ada NPWP,” ujar Jhon Hasyim selaku Ketum P2CI kepada sejumlah media termasuk JURNALNUSANTARA.COM belum lama ini di Jakarta.

Menurut Jhon atas dasar berbagi pertimbangan kami membuat organisasi P2CI ini minimal ada tempat untuk berlindung, mengadu dan berkumpul supaya kami mudah untuk mengontrol dan membina, sementara yang diharapkan OJK sebagai lembaga yang menaungi perusahaan pembiyaan yang menggunakan jasa tenaga kerja dari kami P2CI. Sepertinya belum bisa diharapkan dapat melindungi tenaga pekerjanya, justru OJK itu hanya melindungi perusahaan pembiayaannya saja,

“Memang saya akui mungkin OJK belum memiliki payung Hukumnya, justru malahan menyarankan supaya perusahaan pembiayaan yang menggunakan tenaga profesional Collection ini harus bersertifikasi,” tuturnya.

Lebih lanjut Jhon mengatakan kalau tidak salah ada satu penyelenggara sertivikasi yaitu PT Sertifikasi Indonesia karena lembaga yang menaungi perusahaan pembiayaan itu namanya Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) yang membentuk perusahaan sertifikasi yang dasar hukumnya juga dari OJK tetapi perusahaan pembiayaan tersebut hanya sebatas tertentu saja, setelah mensertifikasi bagaimana cara pembinaannya, bagaimana cara mengontrolnya, apa pihak mereka mengetahui adanya masalah yang terjadi profesional collection dilapangan,.

“Pertanyaan saya apakah selama ini perusahaan pembiayaan itu bisa turun melakukan pembinaan, mana ? Kenyataannya selama ini tidak ada tuh,” ungkapnya.

Tak pelak tambah Jhon kami bersama rekan-rekan profesional Collection mengambil inisiatif sendiri membentuk organisasi P2CI, dan kami P2CI yang pertama kali juga melakukan terobosan mengumpulkan para profesional collection dengan melakukan pembinaan, yang kemudian kami masukan ke dalam kode etik kami di P2CI, bahwa siapa saja yang menjadi menjadi pengurus dan anggota Perkumpulan Profesional Collection Indonesia (P2CI) diwajibkan mengikuti aturan hukum yang berlaku di negara kita tercinta Republik Indonesia.

“Artinya setiap pengurus dan anggota P2CI wajib tunduk pada kode etik,” tegasnya.

Dikatakan Jhon bahwa kami di P2CI ini, rata-rata berprofesi Asvokat, jadi kita mencoba pelan-pelan membina rekan-rekan kita ini, supaya tidak lagi melakukan penarikan dijalan dan juga tidak lagi melakukan penarikan ditengah jalan dengan kekerasan cara-cara premanisme karena motto P2CI adalah “Manusiawi dan tidak melanggar hukum.

“Kami tegaskan siapapun apabila ada oknum pengurus dan anggota P2CI maupun dep-colector yang melanggar hukum melakukan pidana, maka oknum tersebut harus bertanggung jawab dan ditindak tegas diserahkan kepada aparat yang berwajib,” tandanya.(han)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed