by

Sambut Hari Guru Nasional, ACT Berikan Bantuan Kepada Seribu Guru

-Nusantara-46 views

Jakarta, JNcom – Aksi Cepat Tanggap (ACT) membuat program Sahabat Guru Indonesia di Hari Guru Nasional yang diperingati setiap 25 November.

Melalui program tersebut, ACT ingin berkontribusi untuk memperbaiki pendidikan di Indonesia. “Khususnya dari sisi kesejahteraan ekonomi para guru. Program ini sebagai medium untuk menyemangati guru-guru prasejahtera dalam mengabdi,” kata Ketua Dewan Pembina ACT, Ahyudin di Kantor ACT, Jakarta, Senin (25/1102019).

Dia mengatakan, guru merupakan elemen penting dalam menentukan kualitas pendidikan, peran guru merupakan peran sentral untuk membangun karakter anak bangsa.

ACT ingin terus menebar manfaat dan menjadikan jembatan bagi para derman, baik nasional maupun global untuk masyarakat yang membutuhkan. “Kami percaya barang siapa yang memberikan kemudahan (membantu-red) saudara yang kesusahan, niscaya Allah akan membantu memudahkan urusannya di dunia dan di akhirat,” tuturnya.

Menurut dia, jangan sampai semua orang melupakan sosok guru yang berjasa dalam kehidupan setiap orang. Guru adalah sosok penting dalam menentukan terhormat tidaknya suatu bangsa, khususnya bangsa Indonesia ini.

Oleh karena itu, ACT melakukan program bantuan hidup untuk guru. “Saat ini kita berikan kepada seribu guru bantuan berupa Rp500 ribu per bulan per orang, semoga pada 25 November 2020 mendatang kita bisa bertambah berikan bantuan kepada 10 ribu guru, begitu juga bantuannya semoga bisa bertambah menjadi Rp1-2 juta perbulan per orang, ” tuturnya. (Baca juga: Fadli Zon: Bangsa yang Abai terhadap Nasib Guru, Tidak Akan Maju)

Dia menjelaskan alasan membuat program Sahabat Guru Indonesia, yakni faktor kemanusiaan. Hal itu sejalan dengan ACT sebagai lembaga yang fokus pada persoalan kemanusiaan pula.

Faktanya di Indonesia, kata dia, guru merupakan sosok yang tidak lepas pula dari persoalan kemiskinan, khususnya guru honorer. “Apalagi ada lebih dari dua juta orang jadi guru honorer dengan nasib tanpa perhatian yang memadai,” ujarnya.

Ahyudin mengingatkan jangan sampai Indonesia menjadi bangsa yang lupa pada jasa para guru. Padahal guru yang menentukan masa depan bangsa Indonesia.

ACT mengajak semua elemen masyarakat untuk selalu memperhatikan sosok guru meski sejatinya perjuangan guru itu tak bisa dinilai dengan materi apapun.

Direktur Program ACT, Wahyu Novyan mengungkapkan masih banyak guru di berbagai daerah, termasuk di pelosok yang menerima gaji sangat kecil. “Mereka yang telah mengabdikan diri untuk pendidikan butuh perhatian lebih. Misalnya, salah satu guru di Sikakap digaji Rp500 ribu per bulan. Itu pun tak dibayar tiap bulan karena keadaan perekonomian sekolah yang tak menentu. Walau begitu, para pengabdi negeri ini tak kenal lelah membimbing penerus bangsanya,” tuturnya.

Wahyu menjelaskan, gaji guru di Indonesia sangat rendah dibandingkan negara lain. Guru di Indonesia rata-rata mendapatkan gaji Rp2,5 juta hingga Rp5,9 juta, itu pun berstatus PNS. Sedangkan gaji guru di Singapura mencapai Rp57 juta, di Brunei sekitar Rp24 juta, di Malaysia Rp22 juta, di Thailand Rp12 juta, dan di Filipina mencapai Rp10 juta.

“Adapun jumlah guru dan pendidik tercatat ada 4,3 juta orang dengan rincian PNS 1,7 juta orang, honorer 1 juta orang, sisinya seperti guru bantu, guru atau pegawai yayasan, dan semacamnya,” katanya.

Dia mengajak semua pihak untuk memperhatikan nasib guru. Melalui program Sahabat Guru Indonesia, ACT ingin menyemangati guru dan berharap pendidikan Indonesia lebih baik.

Untuk diketahui, sebanyak 1.000 guru yang diberikan bantuan tersebar di 100 titik di pelosok wilayah Indonesia, baik di Pulau Jawa, Sumatera, Nusa Tenggara, maupun Kalimantan.

Dan kriteria guru yang menerima manfaat dari program itu, mereka yang berpenghasilan di bawah Rp 1 juta termasuk guru honorer dan guru tahfiz, berasal dari wilayah prasejahtera, dan memiliki dedikasi mengajar yang tinggi untuk siswa-siswanya.(SR)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed