by

KPAI Dorong Perubahan Sistem Pasca Penyelesaian Kasus Kekerasan Terhadap Anak

-Nasional-64 views

Jakarta, JNcom – Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Dr. Susanto, MA, mengatakan dalam penyelesaian kasus kekerasan terhadap anak tidak hanya berakhir pada penyelesaian kasusnya saja, namun diperlukan juga perubahan sistem. Ia menyontohkan dalam kasus kekerasan di satuan pendidikan, KPAI selalu mendorong perubahan sistem agar menimbulkan rasa aman dan nyaman kepada anak.

“Tahun 2018, sebanyak 4885 kasus kekerasan terhadap anak yang melapor kepada KPAI, bagaimana yang tidak melapor,” ujar Ketua KPAI, Dr. Susanto, MA, dalam kegiatan Halaqoh Perlindungan Anak dengan tema “Peran Tokoh Agama dalam Membangun Budaya Perlindungan Anak, untuk mewujudkan SDM Unggul”, Rabu (20/11/2019) di Jakarta Pusat.

Untuk mengakomodir masyarakat yang tidak melaporkan kasusnya, KPAI sedang mengembangkan sistem pelayanan Lapor Online. Hal ini untuk memudahkan masyarakat dalam melaporkan kasusnya.

Di era teknologi saat ini, KPAI mendapat tantangan berat akibat dampak dari teknologi. Selain itu, KPAI juga merasakan dampak dari tingginya angka perceraian dimana tahun 2018 mencapai 400.000 lebih kasus perceraian. Tantangan lainnya adalah menguatnya radikalisme dan terorime serta belum menguatnya budaya publik dalam perlindungan anak.

“Ketiga isu tersebut menjadi tantangan terberat bagi KPAI ke depan yang harus diselesaikan,” pungkasnya. (my)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed