by

Sidang Fransiska,  Rinto : Kawal Terus Agar Majelis Hakim Dapat Hasilkan Keputusan Objektif

Jakarta, JNcom – Perkara yang ditimbulkan oleh sang suami ESS menurut kuasa hukum Fransiska Kumalawati Susilo sudah banyak menanggung malu dan tertekan. Pasalnya, semua sudah masuk didalam persidangan dan Kamis sebagai hari keputusannya oleh pihak pengadilan.

Terlebih sidang yang telah berlangsung di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat tersebut  sudah berjalan selama satu tahun sejak didaftarkan dengan nomor 536/Pdt/2018/PN Jkt. Pst, tertanggal Kamis (27/9/2018) lalu.

“Tentu secara psikologisnya, ibu Fransiska sangat tertekan. Dan banyak menanggung malu,” ucap kuasa hukum Fransiska Kumalawati Susilo, Rinto Wardana SH, MH dalam keterangan pers nya di Jakarta, Senin (18/11/2019).

Oleh karenanya didalam keputusan nanti, dirinya berharap majelis hakim dapat memutuskan perkara dengan objektif tanpa adanya intervensi oleh siapapun.

Kenapa ? ungkap Ia, karena pihaknya mempunyai bukti-bukti dan fakta yang telah diajukan atau dihadirkan didalam persidangan. “Dan tergugat pun tidak membantah yang telah diajukan oleh klien kami,” imbuhnya.

Ada hal yang tergugat tidak dapat membantahnya salah satunya tiga bukti perjanjian yang diajukannya. Terlebih juga tergugat tidak bisa membuktikan jika bukti dokumen yang diajukannya adalah palsu. Selebihnya pihak tergugat tidak pernah menghadirkan saksi seorang pun.

“Bukti itu seperti, adanya sertifikat pernikahan ESS dan Fransiska yang tidak terbantahkan oleh suaminya. Karena pernikahan mereka sah secara hukum. Dan juga tercatatnya di pencatatan sipil di California, Amerika Serikat,” jelasnya.

“Hubungan perkawinan ESS dengan Fransiska belum ada pembaharuan dan masih sah di pencatatan sipil. Jadi belum dibatalkan atau diputuskan. Bahkan tergugat ini pun mengaburkan mengenai asal usul perkawinan tersebut,” katanya.

Selain itu, Rinto yang didampingi rekannya Rolas Jakson Tampubolon mengungkapkan ada bukti juga bahwa ESS telah mencantumkan nama ESS kecil palsu,  seperti, nama kecil ESS yakni Xie Chong Sheng. Padahal nama kecil yang sesungguhnya itu adalah ESS yakni Cia Han Sen. “Jadi  dicatatan yang menyebut nama ESS  Xie Chong Sheng itu tidak ada,” jelasnya.

Untuk itu, didalam perkara ini dirinya berharap agar dapat terus dikawal, sehingga keputusan hakim benar-benar dapat menghasilkan keputusan secara objektif dan tidak dibuat-buat. (SR)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed