by

Haidar Alwi, Sosok Relawan yang Sebenarnya

-Nusantara-67 views

 

Oleh: Ronald Mulia Sitorus

Jika kita melihat sebuah kisah hidup seorang Bunda Theresa yang mengabdikan hidupnya untuk mendoakan dan melayani orang-orang sakit dan kelaparan di Kalkuta India, juga ada kisah hidup seorang Butet Manurung, seorang sarjana lulusan S2 Universitas Indonesia yang justru memilih mengabdikan hidupnya untuk mengajar baca tulis kepada Anak anak Suku Anak dalam di pedalaman Sumatera.

Sungguh suatu pilihan yang diluar akal sehat kita, dengan segala keadaan yang dimiliki. Tapi pilihan itu adalah sebuah otoritas pribadi yang tak bisa di intervensi oleh pihak manapun kecuali perenungan ketika orang itu sedang berdoa memohon petunjuk kepada Tuhan Sang Maha Pencipta sesuai dengan apa yang mereka yakini. Butet Manurung memilih Jalan hidupnya adalah untuk mengajar Masyarakat Suku Anak dalam di pedalaman Sumatera adalah karena keterpanggilan hatinya.
Kurang lebih 2 tahun sebelum pelaksanaan pilpres di Indonesia. Saya mendengar berita dari seorang teman bahwa ada acara pertemuan ulama sedunia di Teheran, Iran. Dalam acara tersebut dihadiri juga salah satunya oleh Haidar Alwi. Ada banyak pesan yang disampaikan oleh Haidar Alwi sepulang dari Teheran.

Banyak sekali flyer bergambar Haidar Alwi beredar di sertai gambar logo lingkaran yang bergambar gugusan pulau pulau Indonesia diatas gambar bendera merah putih, bertuliskan Bela Indonesia & lawan radikalisme. Banyak sekali memang flyer itu beredar dengan foto Haidar Alwi bertuliskan pesan-pesan seruan untuk melawan Radikalisme dan kecaman terhadap aksi aksi terorisme.

Seringkali saya melihat flyer itu di Grup-grup Whatsapp, facebook dan media sosial lainnya bahkan tidak jarang juga saya melihat flyer undangan acara acara diskusi serta seminar yang dihadiri oleh Haidar Alwi sebagai salah satu pembicaranya.

Hal ini menggambarkan bahwa sosok Haidar Alwi memang melakukan hal itu dengan keterpanggilan hatinya untuk melakukan sosialisasi akan pentingnya menyampaikan akan Bahaya Radikalisme dan Terorisme.

Seorang Haidar Alwi yang memilih hidupnya untuk berjuang melawan Radikalisme, adalah sosok relawan sejati yang berangkat dari keterpanggilan hati, untuk mempertahankan Indonesia sebagai satu satunya tanah air tempat kita berpijak.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed