by

Hari Santri, Menag: Santri Harus Mampu Menjadi Duta Perdamaian

-Nusantara-169 views

JurnalNusantara.com – Menteri Agama Republik Indonesia, Lukman Hakim Saifuddin mengatakan, seorang santri setidaknya memiliki tiga ciri utama yang harus dirawat dan dikembangkan dimanapun dia berada. Hal tersebut disampaikannya dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional melalui kegiatan Parade Santri Cinta Damai yang diisi dengan kegiatan pembentangan bendera sepanjang 740 meter oleh ribuan Santri Indonesia, Minggu (13/10/2019) di Jl MH Thamrin Jakarta.

“Sebagai Santri, kita semua setidaknya memiliki ciri utama santri yang harus dirawat dan dikembangkan dimanapun dia berada,” ujar Menag.

Ketiga ciri utama tersebut yaitu pertama, Santri selalu menebarkan perdamaian karena Santri selalu mendalami ajaran agama Islam, yang tentunya akan menjadi duta perdamaian.

Kedua dimanapun dia berada, Santri memiliki kemauan dan kemampuan terhadap keberadaan pihak lain. Ketika dia mondok di pesantren, misalnya, dia menghadapi berbagai perbedaan dan keberagaman. Jadi Santri sudah biasa menghadapi keragaman karena Santri mampu menghargai dan menghormati.

Ketiga, Santri dimanapun berada pasti memiliki kecintaan terhadap tanah airnya. Dengan memiliki ketiga ciri tersebut, kata Lukman Hakim, hakikatnya Santri sedang menjaga keutuhan bangsa dan negaranya.

“Saya ingin kembali mengingatkan kepada Santri untuk selalu mengedepankan kemanusiaan dan perdamaian. Dengan semangat hari santri, mudah-mudahan dapat menebarkan perdamaian dimanapun berada,” harapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Kanaruddin Amin mengatakan, peringatan hari santri ini bukan untuk diri santri saja, tetapi menebalkan prinsip Islam moderat.

“Santri tidak hanya kuat dalam relijiusitas saja tetapi juga hebat dalam rasa nasionalisme. Untuk menjaga hal itu, negara perlu hadir, menjaga, dan memupuknya,” katanya. (My)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed